Uji Coba DME di Palembang dan Jakarta: Warga Nyatakan Layak Pakai
Sebelum masuk tahap produksi besar, Balitbang ESDM telah melakukan sejumlah uji coba penggunaan DME di beberapa wilayah.
Pada Desember 2019 hingga Januari 2020, uji coba penggunaan DME 100% dilakukan terhadap 155 kepala keluarga di Palembang dan Muara Enim. Hasilnya, masyarakat bisa menggunakan bahan bakar ini dengan mudah, dan responnya sangat positif.
Sebelumnya, uji coba campuran DME 20%, 50%, dan 100% juga pernah dilakukan di Kecamatan Marunda, Jakarta pada 2017 terhadap 100 kepala keluarga.
“Hasil uji menunjukkan bahwa DME mudah digunakan untuk menyalakan kompor, api stabil, dan pengendalian nyala mudah,” tulis laporan ESDM.
Satu-satunya perbedaan signifikan adalah waktu memasak yang sedikit lebih lama, sekitar 1,1 hingga 1,2 kali dibanding LPG, namun tanpa kendala berarti.
Untuk tahap awal, pemerintah akan memanfaatkan batu bara berkalori rendah sebagai bahan baku utama pembuatan DME.
Alasannya sederhana: Indonesia memiliki cadangan batu bara melimpah, terutama jenis kalori rendah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan mengolahnya menjadi DME, nilai tambah dari sektor pertambangan nasional bisa meningkat signifikan.
Bahlil menegaskan, proyek DME bukan hanya soal energi alternatif, tetapi juga bagian dari strategi hilirisasi nasional yang menekan ketergantungan impor LPG.
Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi Nasional
Dengan melanjutkan proyek DME secara mandiri, pemerintah menunjukkan komitmen kuat terhadap ketahanan energi nasional dan transisi energi hijau.
“Kalau dulu kita tergantung investor luar negeri, sekarang kita buktikan bisa jalan dengan kemampuan sendiri. Ini proyek strategis yang harus tuntas,” ujar Bahlil.
Selain menghemat devisa negara, keberhasilan proyek DME juga akan membuka lapangan kerja baru di sektor energi, pertambangan, dan teknologi lingkungan.