Tak hanya itu, setiap peserta juga akan memperoleh pendampingan mentor dari perusahaan tempat mereka magang serta sertifikat resmi dari pemerintah apabila menyelesaikan program dengan baik.
Antusiasme Tinggi Sejak Batch Pertama
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat bahwa pada tahap pertama, program ini berhasil menyeleksi 15.000 peserta magang dari seluruh Indonesia.
Antusiasme dunia industri juga sangat besar, dengan 1.668 perusahaan terdaftar dan total 26.181 posisi magang yang diusulkan melalui platform resmi Barenbang Naker.
“Sejak dibuka pada 1 Oktober 2025, antusiasme terhadap program ini sangat tinggi. Banyak perusahaan yang ingin berpartisipasi untuk memberikan ruang belajar bagi generasi muda,”
kata Anwar Sanusi, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker.
Memberi Pengalaman, Bukan Sekadar Pekerjaan
Menteri Yassierli menegaskan bahwa Magang Nasional Batch 2 bukan hanya untuk menekan angka pengangguran, tapi juga membentuk lulusan yang lebih siap menghadapi dunia kerja.
Program ini membantu peserta memperkaya curriculum vitae mereka dan meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja.
“Para peserta magang nanti sudah punya pengalaman, CV-nya lebih kuat, dan ini bisa meningkatkan daya saing mereka,”
jelas Yassierli.
Melalui program ini, diharapkan para peserta magang bisa lebih cepat terserap ke dunia industri, baik di perusahaan tempat mereka magang maupun di sektor lain yang relevan dengan keahliannya.
Target Total 100 Ribu Peserta Magang di Tahun 2025
Dengan tambahan 80.000 kuota dari Batch 2, total peserta program magang nasional sepanjang 2025 ditargetkan mencapai 100.000 orang.
Pemerintah bahkan berencana untuk melanjutkan program ini pada tahun 2026, dengan jumlah peserta yang lebih besar.