“Jangan ragu, jangan berkecil hati. Kadang berbuat baik tidak mendapat terima kasih, tapi berbuat salah sedikit tidak akan dilupakan. Kita harus kuat memilih berbakti sebagai abdi bangsa,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, menjadi aparat penegak hukum berarti siap menanggung risiko besar, termasuk kritik dan fitnah. Namun, menurutnya, hal itu adalah bagian dari pengabdian terhadap negara.
“Risiko seorang pendekar hukum adalah siap dimaki, siap dihujat, siap difitnah. Tapi tugas kita tetap satu: berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegasnya.
Langkah Nyata Pemerintah Bangun Fondasi Bangsa
Pernyataan Prabowo ini memperlihatkan arah kebijakan yang semakin jelas: hasil penindakan hukum akan dikonversi menjadi investasi bagi masa depan bangsa. Dengan fokus pada pendidikan, pemerintah berharap Indonesia dapat mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing secara global. - Anisha Aprilia/Disway -