KPK Telusuri Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Belum Ungkap Pihak yang Akan Diperiksa

news.fin.co.id - 30/10/2025, 14:33 WIB

KPK Telusuri Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Belum Ungkap Pihak yang Akan Diperiksa

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Foto: Ayu Novita

fin.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih merahasiakan nama-nama pihak yang akan diperiksa dalam penyelidikan dugaan penggelembungan dana (mark up) pada proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyampaikan, hal tersebut saat ditanya mengenai siapa saja yang bakal dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

"Terkait dengan pihak-pihak yang nanti akan diminta keterangan, tentu karena ini masih di tahap penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan secara detail pihak-pihak tersebut," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025.

Menurut Budi, dalam tahap penyelidikan, lembaga antikorupsi akan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang dinilai memahami konstruksi perkara untuk memperkuat bahan penyelidikan.

Advertisement

"Karena setiap informasi, data dan keterangan dari pihak-pihak tersebut akan membantu dalam proses penyelidikan perkara ini," tutur Budi.

Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk turut memberikan informasi tambahan yang relevan dengan kasus tersebut.

"Jadi kami sangat terbuka jika ada masyarakat yang memiliki informasi dan data tentu itu akan menjadi pengayaan terhadap proses investigasi yang sedang KPK lakukan," jelasnya.

KPK diketahui telah memulai penyelidikan dugaan mark up proyek Whoosh sejak awal tahun 2025, sebagaimana dibenarkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi, Asep Guntur Rahayu.

"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan," kata Asep kepada wartawan, Senin, 27 Oktober 2025.

Namun, Asep enggan memerinci kapan tepatnya proses tersebut dimulai dan menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara tertutup, sebagaimana prosedur standar di KPK.

Isu dugaan pembengkakan anggaran proyek Whoosh ini sebelumnya juga pernah disinggung oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya. Dalam video tersebut, Mahfud menyoroti adanya perbedaan signifikan dalam biaya pembangunan per kilometer antara hitungan Indonesia dan China.

"Menurut pihak Indonesia, biaya per 1 kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS. Tapi di China sendiri hitungannya 17 sampai 18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat kan," ujar Mahfud.

Mahfud turut menyinggung beban utang proyek yang mencapai sekitar Rp4 triliun pada 2025, yang menurutnya dipicu oleh perubahan skema pembiayaan dari tawaran Jepang dengan bunga 0,1 persen ke pinjaman China dengan bunga awal 2 persen dan kini naik menjadi 3,4 persen akibat cost overrun.

Advertisement

Meski begitu, biaya pembangunan Whoosh yang mencapai Rp780 miliar per kilometer disebut masih lebih rendah dibandingkan proyek MRT Jakarta yang menelan biaya sekitar Rp1,1 triliun per kilometer.

Mahfud menilai langkah KPK melakukan penyelidikan sudah tepat dan menegaskan pentingnya transparansi penggunaan dana publik agar masyarakat mendapat kepastian terkait pembiayaan proyek tersebut.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID