TNI Targetkan Pembangunan 750 Batalyon, Armada Laut Baru, dan 33 Satrad Udara

news.fin.co.id - 31/10/2025, 20:08 WIB

TNI Targetkan Pembangunan 750 Batalyon, Armada Laut Baru, dan 33 Satrad Udara

KRI Teluk Penyu 513 milik TNI AL yang akan dilelang

33 Satrad dan Satuan Antariksa Dibentuk

Dari matra udara, TNI Angkatan Udara (AU) menargetkan pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) baru hingga 2029, yang akan tersebar di wilayah strategis Indonesia bagian barat hingga timur.

Selain itu, TNI AU juga akan mengembangkan Satuan Antariksa di bawah Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan udara berbasis ruang angkasa.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi ancaman modern, termasuk ancaman siber dan serangan berbasis teknologi tinggi.

Advertisement

Pembangunan Kekuatan TNI Terpadu

Dalam Rakor tersebut, Staf Perencanaan Umum (Srenum) TNI juga menegaskan bahwa arah pembangunan kekuatan TNI akan mengarah pada pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di seluruh wilayah nusantara.

Selain memperkuat pertahanan fisik, TNI juga akan fokus membangun satuan siber dan nuklir-biologi-kimia (Nubika) untuk merespons ancaman nonkonvensional yang semakin meningkat.

Peningkatan kemampuan pertahanan ini akan diintegrasikan dengan Network Centric Warfare (NCW) sebuah sistem pertahanan modern yang mengandalkan jaringan komunikasi dan informasi real-time antar matra.

“Interoperabilitas antar matra menjadi kunci. Ke depan, TNI harus mampu bergerak cepat, saling terhubung, dan responsif dalam satu komando yang solid,” kata Kresno menegaskan.

Fokus Jangka Panjang

Selain memperkuat aspek militer, TNI juga menyoroti tantangan penyediaan lahan untuk pembangunan satuan dan pangkalan baru, khususnya di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ke depan, strategi pembangunan kekuatan TNI periode 2025–2029 akan mengacu pada konsep pertahanan pulau besar dan pulau strategis, dengan memaksimalkan potensi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Kesimpulan Rakor menyebutkan, seluruh arah pembangunan kekuatan TNI akan menunggu penetapan Rencana Strategis (Renstra) Kemenhan/TNI secara final, sebagai panduan resmi dalam melaksanakan pembangunan pertahanan nasional di era baru.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID