“Kerja sama di bidang pertanian dan pendidikan menjadi fokus utama. Kami juga membahas bagaimana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Prabowo.
Menurut data 2024, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai US$ 1,91 miliar. Prabowo menilai angka ini masih bisa ditingkatkan dengan mendorong kolaborasi yang lebih erat di sektor pendidikan, riset, serta transfer teknologi.
Tak hanya mendatangkan guru ke Indonesia, Prabowo juga berencana mengirim lebih banyak mahasiswa Indonesia ke Selandia Baru, khususnya di bidang kedokteran dan kedokteran gigi.
“Kita ingin juga kirim lebih banyak mahasiswa untuk belajar kedokteran dan kedokteran gigi. Kita sangat butuh dokter dan dokter gigi,” ucapnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penguatan sektor kesehatan nasional, yang hingga kini masih kekurangan tenaga medis terlatih di beberapa daerah.
Selandia Baru sendiri dikenal memiliki standar pendidikan kedokteran yang tinggi dengan pendekatan berbasis riset dan praktik langsung di lapangan.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan mahasiswa Indonesia dapat menyerap ilmu dan pengalaman internasional, lalu kembali ke Tanah Air untuk mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan nasional.
Kebijakan Presiden Prabowo ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun SDM unggul dan berdaya saing global.
Fokus terhadap penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, menjadi langkah strategis agar Indonesia mampu berkompetisi di era ekonomi global dan digital.
Pemerintah juga tengah mengembangkan berbagai program pelatihan vokasi, beasiswa luar negeri, dan peningkatan mutu pendidikan kejuruan agar generasi muda Indonesia tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri dengan standar profesional internasional.