KPK Pastikan Penyelidikan Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan

news.fin.co.id - 01/11/2025, 16:11 WIB

KPK Pastikan Penyelidikan Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Foto: Ayu Novita

fin.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan penggelembungan dana atau mark up dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (KCIC) Whoosh masih terus berjalan dan menunjukkan progres.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, tim penyelidik saat ini masih mengumpulkan berbagai keterangan dari sejumlah pihak yang diduga mengetahui konstruksi perkara tersebut.

“Kami pastikan bahwa penyelidikan perkara KCIC ini masih terus berprogres. Tim sedang melakukan penelusuran dan pengumpulan keterangan terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui perkara ini,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu, 1 November 2025.

KPK Ingatkan Pihak Terkait untuk Kooperatif

Advertisement

Budi mengungkapkan, beberapa pihak telah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan ini. Ia juga mengimbau agar seluruh pihak yang akan dipanggil nantinya bersikap kooperatif dan terbuka kepada tim penyelidik.

“Proses ini masih akan terus bergulir. Tim masih menelusuri pihak-pihak lain untuk mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan dalam tahap penyelidikan,” tegasnya.

Kendati demikian, Budi belum merinci siapa saja pihak yang telah atau akan dipanggil oleh lembaganya.

“Dalam penyelidikan perkara KCIC, tim penyelidik mengundang sejumlah pihak yang diduga mengetahui konstruksi perkara ini. Setiap informasi dan keterangan akan sangat membantu mengungkap duduk perkara,” tambahnya.

Penyelidikan Sudah Berjalan Sejak Awal 2025

KPK diketahui mulai melakukan penyelidikan dugaan mark up proyek KCIC sejak awal tahun 2025. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

“Saat ini sudah pada tahap penyelidikan,” kata Asep kepada wartawan pada Senin (27/10/2025).

Asep tidak menjelaskan detail waktu dimulainya penyelidikan, namun memastikan proses berjalan secara tertutup sebagaimana prosedur standar di KPK.

Mahfud MD Soroti Perbedaan Biaya Proyek

Advertisement

Kasus dugaan mark up ini sebelumnya juga menjadi perhatian mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Dalam unggahan di kanal YouTube-nya, Mahfud menyoroti adanya perbedaan signifikan dalam biaya pembangunan per kilometer proyek Whoosh antara versi Indonesia dan China.

“Menurut pihak Indonesia, biaya per kilometer mencapai 52 juta dolar AS. Sementara di China hanya sekitar 17–18 juta dolar AS. Artinya naik tiga kali lipat,” ujar Mahfud.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID