fin.co.id - Nama Budi Arie Setiadi, Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo), kembali menjadi sorotan publik. Setelah sempat kehilangan jabatan menteri akibat perombakan kabinet pada September 2025,
Budi Arie kini membuat langkah politik yang mengejutkan dengan secara terbuka menyatakan bergabung dengan Partai Gerindra partai yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Budi Arie dalam Kongres Ketiga Projo yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, pada Sabtu (1/11/2025).
Dalam kesempatan itu, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tersebut menegaskan bahwa keputusannya bukan semata keputusan pribadi, melainkan hasil komunikasi dan ajakan langsung dari Presiden Prabowo.
“Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Pak Prabowo, memperkuat partai politik pimpinan presiden,” ujar Budi Arie Setiadi dikutip dari Kompas TV, Minggu (2/11/2025).
Menurutnya, langkah bergabung dengan Gerindra merupakan bentuk konsistensi dalam mendukung pemerintahan yang sah. Ia menegaskan, dukungan Projo kini diarahkan untuk memperkuat fondasi politik pemerintahan Prabowo-Gibran.
Lebih lanjut, Budi Arie menargetkan perolehan suara Partai Gerindra mencapai 25 persen pada pemilu mendatang sebuah ambisi besar yang mencerminkan transformasi politik dari gerakan relawan menjadi kekuatan struktural partai.
Hilangnya Wajah Jokowi dari Logo
Selain pengumuman politiknya, Budi Arie juga mengumumkan kabar mengejutkan lainnya penghapusan wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari logo resmi Projo.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya melakukan transformasi total organisasi relawan Projo yang telah berdiri sejak awal masa kepemimpinan Jokowi.
“Projo akan melakukan transformasi organisasi. Salah satunya adalah merubah logo yang akan diputuskan di kongres ketiga,” jelas Budi Arie.
Meski demikian, ia menegaskan nama Projo tidak akan berubah, hanya simbol yang dimodifikasi agar tidak menimbulkan kesan “kultus individu”.
Menurut Budi Arie, perubahan ini juga sudah mendapatkan restu langsung dari Presiden Jokowi.