“Sepakat. Kita harus mentransformasikan Projo. Karena tugas Projo sudah mengawal pemerintahan Pak Jokowi dua periode, dan sekarang kita menghadapi tantangan baru,” ungkapnya.
Dengan restu tersebut, penghapusan wajah Jokowi dari logo Projo menandai berakhirnya era relawan politik yang berpusat pada figur Jokowi, sekaligus membuka fase baru di bawah dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Arah Baru Relawan Pasca Jokowi
Perubahan arah politik Projo menunjukkan dinamika baru dalam lanskap relawan nasional. Dari semula berperan sebagai basis dukungan utama Jokowi selama dua periode, kini Projo bertransformasi menjadi kelompok yang siap menopang pemerintahan baru.
Budi Arie menegaskan, transformasi ini bukan bentuk pengkhianatan terhadap Jokowi, melainkan adaptasi terhadap konteks politik nasional yang terus berubah. Ia menyebut bahwa Projo tetap memegang nilai-nilai perjuangan yang selama ini diusung Jokowi, seperti keberpihakan terhadap rakyat dan pembangunan inklusif.
Sementara itu, pengamat politik menilai langkah Budi Arie dan Projo bergabung dengan Gerindra merupakan strategi pragmatis untuk menjaga eksistensi jaringan relawan di tengah transisi kepemimpinan nasional.
Dengan posisi Budi Arie yang kini semakin dekat dengan lingkar kekuasaan Prabowo, peluang sinergi antara mantan relawan Jokowi dan struktur partai penguasa dinilai semakin besar.