Kepala BKN Zudan Arif: Tidak Ada Kebijakan Zero Growth untuk CPNS 2026

news.fin.co.id - 03/11/2025, 17:41 WIB

Kepala BKN Zudan Arif: Tidak Ada Kebijakan Zero Growth untuk CPNS 2026

Buruan Daftar! Kesempatan Jadi CPNS di Kemenpan RB Dibuka 20 Agustus 2024

Banyak yang menafsirkan bahwa pemerintah akan menutup sementara rekrutmen CPNS tahun depan, seiring dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dan perampingan birokrasi.

Namun, Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan bahwa rekrutmen ASN, termasuk CPNS dan PPPK, tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Kebijakan zero growth, jika pun pernah dibahas, hanya digunakan dalam konteks pengendalian jumlah ASN agar tidak terjadi penumpukan pegawai di satu sektor tertentu, bukan penghentian total penerimaan pegawai.

Advertisement

“Pernyataan Kepala BKN ini bertujuan memberi kepastian dan mengingatkan publik bahwa mekanisme pembukaan seleksi CPNS selalu didasarkan pada kebutuhan formasi yang diajukan instansi terkait, bukan kebijakan sepihak,” tulis keterangan resmi BKN.

Zudan juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah (pemda) dan kementerian/lembaga (K/L) memiliki peran penting dalam menentukan jumlah dan jenis formasi CPNS yang akan dibuka pada 2026.

Tanpa adanya data dan permintaan formasi dari instansi terkait, BKN tidak dapat melanjutkan proses administrasi maupun teknis rekrutmen.

Proses ini, kata Zudan, penting agar penempatan ASN baru benar-benar sesuai dengan analisis kebutuhan jabatan (ANJ) dan ketersediaan anggaran daerah maupun nasional.

Dengan demikian, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap kabar pembekuan rekrutmen ASN sebelum ada pengumuman resmi dari BKN, KemenPAN-RB, atau pemerintah pusat.

Kapan CPNS 2026 Dibuka?

Terkait jadwal pembukaan seleksi CPNS 2026, Zudan menyebut pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dan finalisasi formasi dari instansi terkait.

Jika seluruh tahapan administrasi telah selesai, pengumuman resmi seleksi CPNS 2026 akan disampaikan langsung oleh Kementerian PANRB dan BKN melalui kanal resmi pemerintah.

“Kita semua ingin proses seleksi ini berjalan transparan dan tepat sasaran, jadi tidak bisa terburu-buru sebelum kebutuhan formasi final,” tutur Zudan.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID