Sopir Angkot M02 Tolak Operasional Mikrotrans JakLingko JAK41, Pemprov DKI Turun Tangan

news.fin.co.id - 03/11/2025, 15:22 WIB

Sopir Angkot M02 Tolak Operasional Mikrotrans JakLingko JAK41, Pemprov DKI Turun Tangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dapat membuka rekrutmen PJLP tahun 2026. Foto: Cahyono

fin.co.id  - Sejumlah sopir angkot M02 menolak beroperasinya Mikrotrans JakLingko JAK41 yang melayani rute Pulogadung–Kampung Melayu, Jakarta Timur. Penolakan itu sempat menimbulkan ketegangan antara sopir angkot reguler dengan pramudi JakLingko di kawasan Jalan Persahabatan Raya, Pulogadung, Minggu, 2 November 2025.

Insiden tersebut dipicu oleh persoalan tumpang tindih trayek antara kedua layanan angkutan umum tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Perhubungan (Dishub) segera menuntaskan permasalahan perebutan jalur tersebut.

"Saya akan minta kepada Dishub untuk menindaklanjuti hal ini," tegas Pramono di Jakarta Pusat, Senin, 3 November 2025.

Advertisement

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyesuaian jalur untuk Mikrotrans JakLingko JAK41. Dengan langkah itu, tidak ada lagi irisan rute antara JakLingko JAK41 dan Angkot M02.

Menurut Syafrin, selama ini operasional JakLingko JAK41 berjalan lancar tanpa gangguan berarti dari armada lain.

"Tapi memang ada dari pramudi angkutan reguler yang meminta untuk itu dialihkan, walaupun secara rute itu sudah berbeda," ujar Syafrin.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani mengungkapkan, layanan Mikrotrans JAK41 sempat dihentikan karena adanya aksi penghadangan dari sejumlah sopir angkot M02.

"Penghentian layanan ini disebabkan oleh aksi penghadangan dan penutupan jalur di Jalan Persahabatan Raya oleh oknum pengemudi angkutan reguler M02," kata Ayu dalam keterangannya.

Ia menambahkan, petugas Transjakarta bersama aparat keamanan dan pihak terkait terus melakukan koordinasi dan mediasi untuk mencari solusi terbaik.

Transjakarta, kata Ayu, berkomitmen memulihkan layanan rute JAK41 secepatnya agar dapat kembali beroperasi normal.

"Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan pelanggan dan petugas," pungkasnya.

(Cahyono)

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID