Puan Minta Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Dikaji Secara Cermat: Lihat Rekam Jejaknya

news.fin.co.id - 04/11/2025, 19:04 WIB

Puan Minta Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Dikaji Secara Cermat: Lihat Rekam Jejaknya

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani. Foto: Fajar Ilman

fin.co.id - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan perlunya kehati-hatian dalam proses pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2, Soeharto. Ia menilai, penetapan gelar tersebut harus melalui kajian mendalam dan mempertimbangkan rekam jejak tokoh secara menyeluruh.

“Ya, pemberian gelar pahlawan kita hormati prosesnya. Namun, karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari masa lalu sampai sekarang,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 4 November 2025.

Puan menambahkan, selain meninjau kelayakan tokoh, waktu pemberian gelar juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan perdebatan publik.

“Karena juga penting bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan dan lain-lain sebagainya. Namun, ya hal itu tentu saja harus dikaji dengan baik dan cermat,” ucapnya.

Advertisement

Ketua DPP PDIP ini menegaskan, DPR menghormati seluruh tahapan penetapan gelar dan menyerahkan keputusan akhir kepada lembaga yang berwenang untuk memastikan hasil yang objektif.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menyerahkan daftar 40 nama calon penerima gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Penyerahan dilakukan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Oktober 2025.

Dari daftar tersebut, muncul nama Soeharto, yang kemudian memicu perdebatan publik dan penolakan dari sebagian kalangan.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, mengingatkan bahwa pencabutan Tap MPR terkait Soeharto beberapa tahun lalu belum serta-merta menghapus catatan pelanggaran yang pernah terjadi.

“Pencabutannya waktu itu setahu saya belum mencabut terhadap pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukan. Baru ada beberapa poin, saya belum tuntas ya, saya tidak tuntas secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menilai, masih ada sejumlah aspek yang harus dikaji secara hati-hati sebelum menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

“Belum ada poin-poin yang kemudian bisa merubah untuk kemudian beliau bisa menjadi pahlawan nasional. Ada hal-hal tertentu yang pasti masih harus dipertimbangkan,” sambungnya.

(Fajar Ilman)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID