Indonesia dan India Segera Teken Kesepakatan Pembelian Rudal Supersonik BrahMos

news.fin.co.id - 06/11/2025, 16:52 WIB

Indonesia dan India Segera Teken Kesepakatan Pembelian Rudal Supersonik BrahMos

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan bahwa Indonesia belum menandatangani kontrak pembelian rudal BrahMos, meskipun topik tersebut sudah sempat dibahas dalam pertemuan antara Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Pertahanan India Jenderal Anil Chauhan pekan lalu.

“Oh, belum,” kata Donny di Jakarta. “Tapi memang dibahas, termasuk tawaran India untuk memodifikasi pesawat Sukhoi kita agar bisa membawa BrahMos.”

Menurut Donny, India telah berhasil mengintegrasikan rudal BrahMos ke pesawat tempur Sukhoi milik mereka, dan menawarkan hal serupa kepada Indonesia. Namun, untuk saat ini, belum ada keputusan resmi terkait pembelian maupun modifikasi tersebut.

Advertisement

Jejak Diplomasi Pertahanan India–Indonesia

Upaya memperkuat kerja sama rudal ini sejatinya bukan hal baru. Pada Desember 2024, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) India, Laksamana Dinesh K. Tripathi, melakukan kunjungan kehormatan ke Jakarta dan bertemu KSAL RI Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabes TNI AL, Cilangkap.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas kolaborasi teknologi pertahanan, termasuk peluang kerja sama pengembangan dan pelatihan terkait sistem rudal BrahMos.

“Untuk masalah alutsista seperti rudal BrahMos, ini masih menjadi salah satu opsi. Tapi keputusan tetap di tangan Kementerian Pertahanan,” kata Laksamana Ali saat itu.

Kunjungan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya India memperluas diplomasi pertahanan di kawasan ASEAN, dengan Indonesia sebagai mitra strategis utama.

Era Baru Pertahanan Nasional

Jika kesepakatan ini terealisasi, Indonesia tidak hanya mendapatkan sistem senjata baru, tetapi juga peluang besar untuk transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri.

India melalui DRDO (Defence Research and Development Organisation) disebut siap menawarkan program pelatihan teknis dan kolaborasi industri, termasuk peluang produksi komponen lokal di masa depan.

Selain memperkuat hubungan bilateral, langkah ini juga mempertegas posisi Indonesia dalam rantai keamanan Indo-Pasifik, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID