fin.co.id — Topan Kalmaegi menerjang Filipina pada Rabu, 5 November 2025, menimbulkan kehancuran luas di sejumlah wilayah dan menewaskan sedikitnya 85 orang. Puluhan warga lainnya masih dilaporkan hilang akibat badai kuat yang disertai hujan deras dan angin kencang itu.
Provinsi Cebu menjadi daerah yang paling parah terdampak. Saat air banjir mulai surut, pemandangan kehancuran tampak di mana-mana: rumah-rumah hancur menjadi puing, kendaraan terbalik, jalanan tertutup lumpur dan reruntuhan, serta ribuan warga kehilangan tempat tinggal.
Di Kota Cebu, warga berupaya menyelamatkan barang-barang yang tersisa di tengah genangan lumpur. Salah satunya, Marlon Enriquez (58), terlihat mengikis lumpur tebal di dalam rumahnya.
“Ini pertama kalinya kami mengalami hal seperti ini. Saya sudah tinggal di sini selama hampir 16 tahun dan ini pertama kalinya saya mengalami banjir (seperti ini),” ujarnya, dikutip fin dari Asosiasi Pers, Kamis 7 November 2025.
Di kota tetangga Talisay, kondisi serupa juga terlihat. Banyak rumah rata dengan tanah akibat terjangan angin dan air. Salah satu warga, Eilene Oken (38), hanya bisa berdiri di antara sisa reruntuhan rumahnya.
“Kami bekerja dan menabung untuk ini selama bertahun-tahun, lalu dalam sekejap, semuanya habis,” katanya. Meski kehilangan rumah, Oken bersyukur keluarganya, termasuk dua putrinya, berhasil selamat.
Enam Tentara Tewas dalam Kecelakaan Helikopter
Dari total korban jiwa, enam merupakan personel militer yang tewas setelah helikopter mereka jatuh di Agusan del Sur, Pulau Mindanao, saat menjalankan misi kemanusiaan. Badan penanggulangan bencana Filipina mencatat 75 orang masih hilang dan 17 lainnya luka-luka.
Topan Kalmaegi — yang disebut warga setempat sebagai Tino — menjadi bencana besar kedua yang melanda Filipina dalam waktu singkat. Sebulan sebelumnya, gempa berkekuatan 6,9 magnitudo mengguncang wilayah utara Cebu dan menewaskan puluhan orang.
Ratusan Ribu Warga Dievakuasi
Badai Kalmaegi menyebabkan banjir besar, merendam ribuan rumah, serta menimbulkan pemadaman listrik di berbagai daerah. Pemerintah Filipina mengevakuasi lebih dari 200.000 warga di kawasan Visayas, termasuk sebagian wilayah selatan Luzon dan utara Mindanao.
Kalmaegi tercatat sebagai badai ke-20 yang menghantam Filipina tahun ini. Badan Meteorologi setempat memperkirakan badai tersebut akan menguat saat melintasi Laut Cina Selatan menuju Vietnam. Pemerintah Vietnam kini tengah bersiap menghadapi pendaratan topan yang diperkirakan terjadi pada Jumat mendatang.
Topan Kalmaegi Terjang Filipina, 85 Orang Tewas dan Puluhan Masih Hilang
news.fin.co.id - 06/11/2025, 11:00 WIB
Tim Redaksi
Ilustrasi badai. (dok KBRI havana)