Transaksi QRIS di Bawah Rp500 Ribu Akhirnya Gratis Total

news.fin.co.id - 07/11/2025, 14:09 WIB

Transaksi QRIS di Bawah Rp500 Ribu Akhirnya Gratis Total

Kabar gembira buat jutaan pengguna dan merchant. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Para pengguna dan pedagang QRIS di seluruh Indonesia, bersiaplah menyambut kabar super heboh yang datang langsung dari Bank Indonesia (BI). Jika selama ini Anda merasa terbebani dengan potongan biaya layanan atau Merchant Discount Rate (MDR) setiap kali menerima pembayaran digital, kini saatnya bernapas lega.

BI baru saja mengonfirmasi bahwa transaksi menggunakan alat pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan nilai di bawah Rp500 ribu akan segera digratiskan alias bebas biaya layanan (0%). Ini bukan lagi wacana, ini adalah realitas yang akan mengubah cara Anda bertransaksi sehari-hari.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Yosamartha, secara blak-blakan mengungkapkan kepastian ini di Jakarta, Kamis, 06 November 2025 "Sampai akhir 2024 QRIS masih ada potongan 0,3 persen. Desember 2024 itu sudah kami hilangkan. Jadi transaksi di bawah Rp500 ribu, gratis," tegasnya.

Bye Bye MDR 0,3%! Pesta Diskon Biaya Buat UMKM

Advertisement

Sebelumnya, banyak pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), harus menanggung biaya layanan MDR sebesar 0,3 persen saat menerima transaksi QRIS di atas Rp100 ribu. Bayangkan, setiap transaksi kecil harus dipotong, sedikit demi sedikit, memangkas margin keuntungan.

Yosamartha menegaskan bahwa kebijakan biaya 0,3 persen tersebut sudah dihilangkan dan dicabut.

"Banyak yang belum tahu kalau sekarang (biaya 0,3 persen) itu sudah dihilangkan, sudah dicabut, jadi 0 persen sekarang. QRIS bebas biaya (untuk transaksi di bawah Rp500 ribu)," ujarnya, memberikan angin segar bagi jutaan pedagang.

Keputusan krusial ini tentu saja disambut gegap gempita. Tujuannya jelas untuk mendorong adopsi pembayaran digital yang lebih masif, membuat UMKM semakin untung, dan pada akhirnya, mempercepat laju ekonomi digital nasional.

Jakarta Jadi Episentrum Transaksi Digital: 40% QRIS Nasional Mengalir dari Ibukota

Bicara soal adopsi, Jakarta menjadi barometer utama. Data BI menunjukkan betapa FOMO-nya warga Ibukota terhadap kemudahan pembayaran digital ini.

Saat ini, Jakarta mencatatkan pencapaian fantastis yakni 6 juta orang pengguna sudah aktif menggunakan QRIS, dan jumlah merchant yang menerima pembayaran ini juga berada di angka serupa. Ini menunjukkan ekosistem digital di Jakarta benar-benar booming.

Meskipun sudah melampaui jutaan, BI DKI Jakarta masih tancap gas. "Kalau merchant saat ini baru sekitar 85 persen ada target. Targetnya sekitar 7 juta," kata Yosamartha, menunjukkan ambisi untuk terus memperluas jangkauan.

Lebih mencengangkan lagi, Jakarta ternyata menyumbang porsi terbesar dalam seluruh ekosistem QRIS di Indonesia. 40 persen dari total transaksi QRIS nasional mengalir dari Ibukota. Angka ini membuktikan betapa vitalnya peran Jakarta dalam memimpin tren transaksi non-tunai.

Advertisement

Wilayah Mana yang Paling Borong QRIS?

Jika kita bedah lebih dalam, kontribusi transaksi QRIS di Jakarta juga terdistribusi secara spesifik di lima kota administrasi:

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID