Rismon Sianipar: “Kami Tak Pernah Melihat Ijazah Asli Jokowi”
Berbeda dengan dua tokoh sebelumnya, Rismon Hasiholan Sianipar, ahli digital forensik yang juga terseret dalam kasus ini, menegaskan keberatannya atas tuduhan polisi yang menyebut dirinya melakukan manipulasi digital terhadap dokumen ijazah Jokowi.
“Kami tidak menerima dituduh melakukan edit dan manipulasi ijazah Jokowi, sementara ijazah Jokowi sendiri tidak pernah ditunjukkan,” ujar Rismon dalam pernyataan resminya.
Ia juga menyebut bahwa analisis yang dilakukan selama ini semata-mata berdasar pada data terbuka di ruang publik, bukan hasil rekayasa.
“Publik belum pernah diperlihatkan bukti fisik ijazah yang disebut asli, jadi analisis kami berdasarkan data publik yang tersedia. Kalau nanti dipanggil penyidik, saya pasti datang,” tandasnya.
Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Transparan
Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses penyidikan terhadap kedelapan tersangka ini akan dilakukan secara transparan dan profesional.
Polisi menegaskan, langkah ini bukan bentuk pembungkaman kritik, tetapi penegakan hukum terhadap penyebaran tuduhan tanpa dasar ilmiah yang berpotensi menyesatkan masyarakat luas.
Kasus ini pun menjadi perhatian nasional karena melibatkan sejumlah tokoh publik dan menyentuh isu sensitif yang sudah bertahun-tahun jadi bahan spekulasi di media sosial.