Kini, tim bantuan sudah standby di lokasi. Petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas PPAPP (Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk) telah berjaga untuk memastikan proses pendampingan berjalan lancar. Ini adalah sinyal bahwa Pemprov DKI serius menjamin seluruh korban, guru, dan siswa SMAN 72 pulih sepenuhnya.
Dukungan Psikologis Full Power: Mobil SAPA Hadir Gratis!
Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, angkat bicara. Ia memastikan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan psikologis yang maksimal selama masa pemulihan ini, bahkan saat PJJ berlangsung.
Untuk memperkuat upaya trauma healing, Pemprov DKI meluncurkan senjata andalan: Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak). Mobil ini sudah hadir di lingkungan sekolah untuk memberikan dukungan psikis kepada:
- Siswa dan guru yang terdampak langsung.
- Keluarga korban.
- Bahkan, warga sekitar yang memerlukan konseling secara gratis!
Inisiatif ini sangat penting untuk mencegah trauma berkepanjangan.
Dinas Kesehatan Turun Tangan: Perawatan Klinis Lanjutan Disiapkan
Tak hanya mental, kondisi fisik juga menjadi perhatian. Iin menambahkan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyiapkan jadwal pendampingan klinis dan menurunkan tenaga medis bagi korban yang masih memerlukan perawatan lanjutan pasca-ledakan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah membangun koordinasi strategis dengan institusi tingkat pusat, yaitu:
- Mabes Polri
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Tujuannya? Memastikan ketersediaan tenaga psikolog yang andal dan mencukupi guna mendampingi proses pemulihan korban secara menyeluruh.
Keputusan PJJ daring SMAN 72 Jakarta adalah langkah preventif yang menunjukkan betapa seriusnya Pemprov DKI menangani dampak psikologis dari insiden ledakan. Semua pihak kini fokus pada satu tujuan: mengembalikan rasa aman dan keceriaan belajar siswa. - Cahyono/Disway -