fin.co.id – Kasus ledakan misterius yang mengguncang SMAN 72 Jakarta kembali memunculkan fakta mengejutkan. Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) berinisial NF (17), yang juga menjadi korban dalam insiden itu, ternyata sempat meninggalkan pesan tersembunyi di area sekolah.
Pesan ini bukan disampaikan secara verbal, melainkan sebuah bentuk luapan emosi yang tertulis. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi temuan penting tersebut hari ini.
"Dari hasil pemeriksaan awal, ada wujud rasa ketidaksukaan, rasa menyampaikan, tetapi tidak secara frontal. Menyampaikan dengan tulisan, gambaran-gambaran," ujar Kombes Budi Hermanto kepada awak media, Senin, 10 November 2025.
Temuan ini, bagi pihak kepolisian, menjadi sinyal penting tentang kondisi psikologis remaja tersebut sebelum ledakan terjadi. Polisi kini menduga kuat NF terlibat langsung dalam insiden ledakan yang sempat menggegerkan publik tersebut. Analisis terhadap tulisan-tulisan ini menjadi kunci untuk mengungkap motif dan latar belakang insiden fatal ini.
Waspada! Keresahan ABH Tertulis di Meja Sekolah
Polisi secara spesifik menyebut bahwa NF menuliskan keresahannya di meja sekolah. Ini bukan sekadar coretan iseng. Pihak berwajib melihat ini sebagai manifestasi dari rasa tidak suka atau tekanan emosional yang selama ini dipendam NF.
Kombes Budi Hermanto menegaskan, insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak, terutama orang tua dan institusi pendidikan. Beliau mengajak semua pihak untuk lebih peduli dan tanggap terhadap setiap perubahan perilaku, bahkan sekecil apa pun itu—termasuk tulisan di dinding atau meja.
"Inilah yang kita ajak untuk menggugah. Apakah tulisan di dinding, di meja... apabila kita cepat dan tanggap, mungkin kita bisa memitigasi, mengeliminir kejadian yang lebih besar," tegas Budi Hermanto, menekankan pentingnya intervensi dini.
Anak-anak sekolah sering kali menghadapi tekanan akademis, sosial, atau keluarga yang kompleks. Ketika mereka tidak dapat menyalurkan keresahan tersebut secara frontal (terbuka), medium-medium tersembunyi, seperti coretan atau tulisan rahasia, menjadi katup pelepas emosi. Dalam konteks kasus ledakan SMAN 72, tulisan NF kini menjadi petunjuk krusial yang mengarahkan penyidik pada akar masalah.
Kenapa Korban Dipindahkan? Polisi Bentuk Tim Terpadu
Perkembangan penting lainnya dalam penanganan kasus ini adalah pemindahan lokasi perawatan ABH NF. Korban ledakan itu telah dipindahkan dari rumah sakit sebelumnya menuju RS Polri Pasien untuk penanganan yang lebih intensif.
Polda Metro Jaya menjelaskan, keputusan memindahkan NF ke RS Polri didasarkan pada dua alasan utama yang sangat penting bagi proses investigasi dan pemulihan: kesehatan dan kemudahan penyidikan.
1. Alasan Kesehatan dan Infeksi
Kombes Budi Hermanto menjelaskan, di RS Polri, penyidik telah membentuk Tim Terpadu. Tim ini tidak hanya melibatkan dokter, tetapi juga psikolog. Pemindahan ini bertujuan utama untuk menjaga kondisi NF dan menghindari risiko infeksi, terutama karena di rumah sakit sebelumnya NF ditempatkan bersama beberapa pasien lain.
"Guna menghindari kalau di RS sebelumnya anak ini ditaruh dengan beberapa orang, sehingga untuk menghindari infeksi," jelas Budi.