fin.co.id - Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (FK Usakti) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan program tahunan Abdimas Mahasiswa Membina 2026 yang digelar di Kampus Nagrak Universitas Trisakti, Bogor, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kegiatan tahun ini menghadirkan konsep berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. Mahasiswa angkatan 2025 dipercaya menjadi pelaksana utama program, sementara dosen dan mahasiswa senior angkatan 2023 berperan sebagai pendamping. Para mahasiswa dibagi ke dalam 15 kelompok yang bertugas memimpin berbagai kegiatan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Bentuk Karakter dan Kepemimpinan Sejak Dini
Program tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Yenny. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa agar mampu memahami kondisi nyata masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan pelayanan kesehatan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kemampuan mahasiswa sejak dini untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari," ujar Yenny dalam keterangan, Minggu, 7 Juni 2026.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Trisakti, Muhammad Burhannudinnur. Menurutnya, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa secara langsung dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan memimpin di tengah masyarakat.
Hal serupa disampaikan Wakil Rektor III Universitas Trisakti, Yoska Oktaviano, yang memberikan apresiasi atas partisipasi aktif mahasiswa dalam menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin, Kepala Sub Pelayanan Desa Ciangsana Nemid Subandi, serta Direktur RS Permata Cibubur, Mira Roziati Dachlan, yang juga merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.
Delapan Posko Edukasi Kesehatan untuk Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dan dosen menghadirkan delapan posko penyuluhan kesehatan yang mengangkat berbagai isu kesehatan penting yang kerap dihadapi masyarakat.
Posko pertama memberikan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai bekal penanganan kondisi kegawatdaruratan. Posko kedua fokus pada upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui keterlibatan aktif masyarakat.
Sementara itu, posko ketiga mengangkat edukasi mengenai penyakit kusta guna mengurangi stigma yang masih berkembang di lingkungan masyarakat. Posko keempat memberikan pemahaman tentang pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selanjutnya, posko kelima membahas peningkatan pengetahuan masyarakat terkait penyakit diare. Posko keenam mengedukasi warga mengenai diabetes melitus sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Pada posko ketujuh, masyarakat mendapatkan informasi mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sedangkan posko kedelapan berfokus pada peningkatan kesadaran serta pemahaman kesehatan jiwa di lingkungan masyarakat.