Jurus Sakti SMF Goyang Pasar, Biayai Hampir 800 Ribu Rumah dalam 7 Tahun!

news.fin.co.id - 14/11/2025, 23:10 WIB

Jurus Sakti SMF Goyang Pasar, Biayai Hampir 800 Ribu Rumah dalam 7 Tahun!

SMF geber program 3 Juta Rumah! Jadi garda terdepan atasi backlog hunian, dari KPR FLPP hingga pembiayaan mikro ‘Griya Tunas’ untuk pengusaha ultra mikro

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menegaskan target segmen ini. “Pada segmen ini, kami menyasar pengusaha ultra mikro, terutama yang menjalankan usaha dari rumah. Melalui Griya Tunas, mereka dapat meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus mendukung produktivitas usahanya dengan pembiayaan yang lebih aman, cepat, dan tidak membebani,” ujarnya.

Program Griya Tunas menjadi bagian penting dari Program 3 Juta Rumah dan sekaligus solusi atas backlog kelayakan hunian yang menurut data Susenas BPS 2024 mencapai 25,3 juta. Sepanjang tahun 2025, SMF bersama lembaga keuangan sudah mengucurkan pembiayaan mikro perumahan ini sebanyak 36.545 rumah dari target pemerintah sebesar 50.000 rumah. Artinya, SMF terus mendekati target dan menunjukkan komitmen nyata mengatasi masalah dasar rakyat: memiliki tempat tinggal yang layak.

Aset SMF Meroket, Laba Melonjak: Kinerja Moncer Bikin Iri!

Di tengah tantangan ekonomi global yang tak terduga, kinerja SMF justru mencatatkan pertumbuhan yang sangat memuaskan, bahkan terkesan ‘kebal’ krisis!

Advertisement
  • Aset SMF: Melonjak menjadi Rp53,66 triliun per Triwulan III 2025. Angka ini naik 6,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Laba Bersih: Tumbuh positif menjadi Rp432 miliar, naik 3% dibandingkan September 2024.

Pertumbuhan aset dan laba ini mencerminkan betapa tangguhnya model bisnis SMF. Mereka berhasil menjaga ketahanan bisnis di tengah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, membuktikan bahwa fokus pada sektor perumahan adalah investasi yang sangat prospektif.

Obligasi SMF Diserbu Bank Sentral! Moneter & Fiskal Bersinergi!

Ini adalah berita yang membuat pasar keuangan gempar! SMF kini mengambil peran strategis dalam mendukung kebijakan moneter nasional.

Surat Utang SMF resmi ditetapkan sebagai underlying transaksi REPO Bank Indonesia (BI) yang pertama. Ini bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan resmi otoritas moneter atas kualitas aset prima SMF dan peran krusialnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan!

Kenapa ini penting?

  1. Likuiditas Lebih Luas: Tersedianya instrumen REPO berbasis surat utang SMF memberikan opsi likuiditas yang lebih beragam bagi perbankan.
  2. Fungsi Intermediasi Kuat: Hal ini memperkuat fungsi intermediasi perbankan, yang pada akhirnya akan mendorong penyaluran pembiayaan perumahan.
  3. Kualitas Underlying: Surat Utang SMF menjadi yang pertama eligible sebagai underlying REPO BI karena faktor-faktor unggulan, seperti outstanding yang besar, kepemilikan oleh perbankan, credit rating idAAA yang sempurna, status entitas, dan likuiditas pasar yang tinggi.

“Dengan masuknya obligasi SMF dalam daftar underlying REPO Bank Indonesia, perbankan kini memiliki sarana tambahan untuk mengelola likuiditasnya di pasar uang. Ini memperkuat stabilitas sistem keuangan dan pada akhirnya mendorong pembiayaan sektor perumahan yang lebih sehat dan berkelanjutan”, jelas Ananta.

Ananta Wiyogo menambahkan bahwa sinergi antara kebijakan fiskal (penyaluran pembiayaan) dan dukungan moneter (instrumen REPO BI) menciptakan ekosistem pembiayaan perumahan yang stabil, berkelanjutan, dan inklusif.

Langkah dahsyat ini diperkirakan akan mempercepat pencapaian target ambisius Program Pemerintah 3 Juta Rumah, sekaligus menekan angka backlog yang hingga kini masih mencapai 9,87 juta rumah tangga. Intinya, SMF benar-benar serius: mereka menggerakkan pasar dan menyelesaikan masalah perumahan rakyat dengan cara yang cerdas dan powerful! (*)

Advertisement
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID