fin.co.id - Polisi tangkap RS (20) di Condet atas pembunuhan berencana yang tewaskan MNF (19) dan lukai MH (19). Pemicunya: Cekcok karena cemburu.
Sebuah insiden tragis dan mengerikan mengguncang kawasan Condet, Jakarta Timur. Seorang pemuda berinisial RS (20) ditangkap kepolisian, diduga menjadi pelaku utama kasus pembunuhan berencana yang menewaskan satu remaja dan melukai satu korban lainnya. Peristiwa berdarah ini terjadi di Jl. Raya Condet, Gang H. M. Izzi, Cililitan, Kramatjati, pada Senin, 17 November 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengkonfirmasi penangkapan RS setelah penusukan fatal tersebut. Kasus ini sontak menjadi perhatian publik karena dipicu masalah pribadi yang sepele namun berujung maut.
Satu Tewas dengan Luka Fatal, Satu Korban Kritis
Dua korban yang terlibat dalam peristiwa menegangkan ini adalah remaja berusia 19 tahun:
- MNF (19) tewas di tempat kejadian. Ia mengalami luka tusuk mematikan pada bagian leher. Jenazah MNF kini dibawa ke RS Polri untuk kepentingan autopsi.
- MH (19) menderita luka serius. Ia menerima tiga tusukan di bagian punggung kanan dan kiri, dan saat ini harus menjalani perawatan intensif di RS Polri.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, sebelumnya sudah mengkonfirmasi bahwa satu korban tewas di lokasi akibat tikaman di leher, sementara korban lain luka tusuk di punggung.
Adu Mulut Maut Dipicu Api Cemburu
Penyelidikan awal mengungkap bahwa pemicu peristiwa ini adalah persoalan pribadi yang melibatkan pelaku RS dan korban MH, yang diduga kuat berasal dari rasa cemburu terkait pertemanan mereka dengan seorang teman perempuan.
Kombes Budi Hermanto menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika korban MH bersama rekannya, MNF, mendatangi kos pelaku untuk menyelesaikan masalah. Sayangnya, pelaku RS tidak ada di tempat saat itu.
"Ketika kedua korban berjalan pulang, mereka bertemu pelaku di sekitar TKP sehingga terjadi adu mulut," terang Kombes Budi Hermanto.
Dalam kondisi emosi memuncak, pelaku RS langsung mengeluarkan sebilah sangkur yang sudah dia persiapkan sebelumnya. RS kemudian menyerang kedua korban secara membabi buta dan bertubi-tubi hingga keduanya terjatuh bersimbah darah.
Kapolsek Kramat Jati, AKP Pesta Hasiholan Siahaan, menambahkan bahwa pemeriksaan awal menunjukkan kejadian bermula dari cekcok mulut sekitar pukul 18.30 WIB. Korban diketahui bukan warga setempat, sementara pelaku RS diduga ngekos di kawasan Condet.
Pelaku Ditahan, Polisi Jerat Pasal Berlapis
Keterangan saksi mata, MFR, menjadi kunci penangkapan. MFR mengaku mendengar teriakan meminta tolong, lantas keluar rumah dan menemukan kedua korban sudah tergeletak tak berdaya.