fin.co.id - Sebuah studi global berskala raksasa mengungkapkan fakta mengejutkan, bahwa Indonesia menjadi negara nomor 1 di dunia yang menilai bahwa uang bukanlah satu-satunya faktor penentu kesejahteraan hidup manusia.
Studi yang dilakukan oleh The Global Flourishing Study proyek penelitian global terbesar tentang kesejahteraan manusia yang melibatkan Harvard, Baylor University, dan Gallup menempatkan Indonesia di posisi teratas dalam kategori kesejahteraan yang tidak diukur dari indikator finansial.
Indonesia mengungguli Meksiko, Filipina, Israel, hingga Nigeria. Sementara Amerika Serikat hanya berada di peringkat ke-15. Jepang bahkan terpuruk di posisi terakhir dalam dua kategori penilaian.
Temuan ini sekaligus menggugurkan paradigma bahwa kemakmuran hanya soal uang, ekonomi, atau status sosial.
Studi ini bukan riset sembarangan.
Data dikumpulkan dari:
-
203.000 responden
-
Berasal dari 22 negara dan 1 wilayah (Hong Kong)
-
Menggunakan 40 bahasa
-
Mewakili 64% populasi dunia
-
Melibatkan 23 studi longitudinal selama bertahun-tahun
Riset dipublikasikan di jurnal Nature Mental Health dan dibiayai oleh delapan yayasan internasional.
Studi ini mengukur tujuh variabel yang membentuk konsep “kemakmuran” atau human flourishing:
-
Kesehatan
-
Kebahagiaan
-
Makna hidup
-
Karakter
-
Hubungan
-
Keamanan finansial
-
Kesejahteraan spiritual
Dan dari penilaian indikator non-keuangan, Indonesia keluar sebagai juara dunia.
Mengapa Indonesia Peringkat 1?
Menurut Brendan Case, direktur asosiasi penelitian di Harvard sekaligus penulis makalah, peringkat ini memberi sinyal kuat bahwa model pembangunan ekonomi konvensional perlu dipertanyakan.
Dia mengatakan, Indonesia sering dianggap terjebak dalam middle income trap, namun masyarakatnya tetap memiliki tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan makna hidup yang tinggi.