fin.co.id - Operasi Zebra yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Polda Banten, menunjukkan pendekatan humanis lebih dikedepankan. Dari 330 pelanggaran lalu lintas yang tercatat, teguran lisan menjadi yang paling dominan.
"Kami mengedepankan edukasi kepada masyarakat," ujar Kasat Lantas Polresta Tangerang, AKP Zaeni Ajj Bakhtiar, menjelaskan alasan banyaknya teguran lisan yang diberikan, Jumat 21 November 2025.
Dalam operasi ini, petugas mencatat 250 teguran lisan, 63 teguran tertulis, 25 tilang ETLE statis, dan 5 tilang manual. Pendekatan ini sesuai dengan arahan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, yang menekankan pentingnya tindakan preemtif dan preventif.
"Kami tetap mengedepankan edukasi kepada masyarakat, namun juga tetap tegas," tegas AKP Zaeni.
Meski demikian, tilang manual tetap diberikan kepada pelanggar yang membahayakan keselamatan, seperti pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Tercatat 25 pelanggaran terkait sabuk keselamatan.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa Operasi Zebra dilaksanakan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. "Operasi tidak sekadar fokus pada penindakan, melainkan juga edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
"Teguran humanis diberikan agar masyarakat memahami bahwa keselamatan itu kebutuhan, bukan sekadar kewajiban," pungkasnya.