fin.co.id - Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun dari Pesanggrahan, Jakarta Selatan, akhirnya memasuki babak baru yang bikin publik tercengang. Setelah delapan bulan penuh misteri, keluarga mengungkap kabar mengejutkan, ayah tiri Alvaro yang menjadi tersangka justru meninggal saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan.
Kabar ini langsung ramai dibicarakan karena kasus Alvaro sejak awal sudah menyita perhatian masyarakat. Banyak yang penasaran bagaimana seorang anak bisa hilang berbulan-bulan tanpa jejak, dan bagaimana proses penanganannya berjalan lambat karena minimnya bukti dan informasi lapangan.
Keluarga Ungkap Tersangka Meninggal Diduga Bunuh Diri
Nenek Alvaro, Sayem, menjadi salah satu pihak pertama yang menyampaikan informasi mengejutkan ini kepada wartawan. Ia mengatakan tersangka bernama Alex yang tak lain adalah ayah tiri Alvaro meninggal dunia di Polres yang berada dekat kawasan Blok M.
“Ini tersangka meninggal katanya bunuh diri di Polres yang deket Blok M itu,” ujar Sayem, Senin.
Menurut keluarga, Alex sempat ditangkap pada Rabu malam, 19 November 2025. Namun tiga hari kemudian, pada Sabtu pagi 21 November, ia dikabarkan meninggal. Jenazahnya pun langsung dimakamkan di kawasan Tangerang.
Situasi ini membuat banyak pertanyaan baru muncul. Publik pun makin penasaran dengan kondisi sebenarnya di dalam proses penyidikan.
Polisi Masih Dalami Kasus, Termasuk Tes DNA Kerangka
Hingga kini, kepolisian masih terus mendalami kasus pembunuhan Alvaro. Salah satu langkah penting ialah pemeriksaan DNA terhadap kerangka yang diduga kuat merupakan tubuh Alvaro.
Pihak kepolisian menyampaikan belum bisa memberikan detail penyebab kematian korban karena proses investigasi masih berjalan. Namun Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, memastikan bahwa pelaku utama adalah ayah tiri korban.
“Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” tegas Nicolas.
Ayah tiri itu diketahui menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023. Artinya, hubungan keluarga baru terbentuk sekitar dua tahun sebelum kasus hilangnya Alvaro terjadi pada 2025.
Perjalanan Panjang: Alvaro Hilang Sejak Maret 2025
Alvaro dinyatakan hilang sejak 6 Maret 2025. Selama delapan bulan, jejaknya benar-benar tidak terlacak. Kasus ini kian sulit karena beberapa hambatan teknis dan administratif.
Salah satu kendala paling krusial datang dari rekaman CCTV lingkungan yang terhapus otomatis setiap hari. Polsek Pesanggrahan mengakui bahwa kondisi itu membuat upaya pelacakan rute terakhir Alvaro menjadi jauh lebih rumit.