fin.co.id - Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali membawa malapetaka di Kota Padang. Kali ini, dampaknya terasa langsung di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat. Pada Selasa, 25 November 2025, tanah longsor menghantam kampus ini, menimbulkan kerusakan pada salah satu bangunan utama.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi bangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang rusak. Dinding retak, material berserakan, dan beberapa bagian tampak amblas akibat longsor. Pemandangan ini membuat mahasiswa dan staf kampus langsung waswas, khawatir akan keselamatan mereka.
Meskipun situasinya mengkhawatirkan, kabar baik datang dari Mardan, dosen UIN Imam Bonjol, yang menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pernyataan ini tentu menjadi penenang bagi keluarga mahasiswa, staf, dan masyarakat sekitar.
Bencana ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang tinggi meningkatkan risiko tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki topografi berbukit seperti kampus UIN Imam Bonjol. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem bisa berdampak langsung pada fasilitas pendidikan.
Dampak tanah longsor di kampus tidak hanya soal kerusakan fisik. Aktivitas perkuliahan pun terganggu. Mahasiswa dan dosen harus menyesuaikan jadwal, sementara pihak kampus fokus menilai kerusakan dan menyiapkan langkah perbaikan. Gedung FEBI menjadi prioritas karena merupakan pusat kegiatan akademik yang vital bagi ratusan mahasiswa.
Selain itu, kejadian ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana di lingkungan kampus. Pihak kampus kini berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menilai risiko di area lain yang rawan longsor. Mereka juga sedang mempertimbangkan pembangunan sistem peringatan dini dan perkuatan struktur tanah untuk mencegah kejadian serupa. (*)