fin.co.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 28 November 2025 dengan penurunan ke level 8.508,71 atau melemah 0,43 persen setelah sempat menguat di sesi sebelumnya.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menjelaskan bahwa penurunan tersebut terutama dipicu oleh koreksi di sektor Technology yang turun 2,60 persen serta sektor Healthcare yang melemah 0,90 persen.
“Sentimen negatif disebabkan oleh aksi ‘profit taking’ pelaku pasar di pasar saham Indonesia setelah sempat mencapai rekor tertinggi baru pada pekan ini,” jelas Priyambada kepada Disway Group, Senin, 1 Desember 2025.
Di tengah tekanan domestik, sejumlah indeks global justru menunjukkan tren positif. Indeks Nikkei 225 tercatat menguat 0,17 persen, sementara Indeks Shanghai naik 0,34 persen.
Melihat kondisi itu, Priyambada memperkirakan IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak dalam rentang support 8.458 dan resistance 8.602 dengan kecenderungan tetap tertekan.
“Secara teknikal, candle terakhir IHSG membentuk formasi two black crows, namun di bawah MA5, indikator Stochastic dead cross. Dengan demikian, maka kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami pelemahan,” tambahnya.
Investor asing juga mencatatkan net sell sebesar Rp912,51 miliar di pasar reguler, dengan tekanan jual terbesar pada saham BBRI, BBCA, BBYB, FILM, dan ANTM.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak dominan menguat.
“Sentimen positif disebabkan para investor kini menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember berada di kisaran 80–85 persen,” tutup Priyambada.
Berikut empat saham pilihan analis yang dinilai menarik untuk dicermati secara real-time:
1. EXCL – Buy
- Harga berada di atas MA5 dan MA20
- Candle terakhir: white spinning top
- MACD menunjukkan histogram hijau dan golden cross
Entry: 2.860–2.920
Resistance: 3.000–3.080
Support: 2.740