Agam Krisis Logistik dan Alat Berat, Evakuasi Korban Terancam Lambat

news.fin.co.id - 02/12/2025, 12:46 WIB

Agam Krisis Logistik dan Alat Berat, Evakuasi Korban Terancam Lambat

Agam krisis logistik dan alat berat untuk percepatan evakuasi serta penanganan bencana setelah banjir bandang dan longsor. Foto: ANTARA/ Yusrizal.

fin.co.id - Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih berjibaku dengan situasi darurat setelah banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang melanda 16 kecamatan. Deretan bencana itu bukan hanya melumpuhkan akses, tapi juga memicu kebutuhan logistik yang kian menumpuk. Warga masih menunggu bantuan, sementara proses pencarian korban hilang berjalan lambat karena minimnya peralatan.

Di tengah tekanan situasi, Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyampaikan bahwa daerahnya masih sangat kekurangan berbagai perlengkapan darurat. Ia menegaskan bahwa puluhan alat berat, mobil tangki air, hingga genset menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat proses evakuasi.

“Alat ini sangat dibutuhkan untuk membuang materi tanah dalam pencarian korban hilang, bersihkan jalan, mendistribusikan air bersih, untuk penerapan dan lainnya,” ujarnya.

Alat Berat Minim, Proses Evakuasi Seret

Advertisement

Kebutuhan terbesar saat ini jatuh pada alat berat. Banyak titik longsor yang masih tertimbun material besar, dan tim di lapangan kewalahan membuka akses tanpa dukungan mesin. Tanpa tambahan alat berat, pencarian korban hilang berpotensi lebih lama dan lebih berisiko.

Selain itu, BPBD Agam juga membutuhkan BBM untuk alat berat, WC portable, torrent air, hingga kawat bronjong untuk menahan area terban yang rawan runtuh susulan.

Kebutuhan Dasar Warga Mengungsi Masih Jauh dari Cukup

Bukan hanya soal alat teknis, kebutuhan hidup pengungsi juga masih sangat minim. Dengan total 6.300 warga mengungsi, banyak posko masih kekurangan:

  • Bahan kebutuhan pokok
  • Makanan bayi dan susu bayi
  • Perlengkapan mandi
  • Perlengkapan ibadah
  • Pakaian dalam

Warga yang kehilangan rumah sementara ini bertahan di posko pengungsian, sehingga kebutuhan hunian darurat juga meningkat. Selimut, kasur, hingga bantal masih sangat terbatas dan tidak bisa mencover seluruh pengungsi.

Perlengkapan Kesehatan Kritis

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan kesehatan menjadi perhatian serius. BPBD Agam melaporkan minimnya ketersediaan:

  • Obat-obatan dasar
  • Perlengkapan P3K
  • Vitamin
  • Masker

Advertisement

Sementara itu, 25 warga masih dirawat di rumah sakit, dan potensi penambahan pasien tetap terbuka karena kondisi lingkungan yang belum stabil.

Ibu & Anak Berisiko Tinggi

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID