Nasional . 02/12/2025, 17:04 WIB

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Masih Berstatus Level IV, Banjir Lahar Hujan Terpantau

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, merekam adanya getaran banjir lahar hujan dari gunung tersebut pada Selasa siang. Pemantauan ini menunjukkan potensi bahaya yang tetap tinggi bagi warga sekitar, terutama yang melintasi jalur lahar hujan.

“Saat ini alat kami merekam adanya getaran banjir dari puncak Gunung api Lewotobi Laki-laki,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, Yosef S. Mboro, dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Selasa. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat melintasi jalur lahar hujan yang rawan, seperti:

  • Jalan nasional Desa Dulipali
  • Jalur dari Desa Nawokote ke Tabana dan Hewa
  • Desa Kltanlo
  • Jalur dari Desa Nobo ke Desa Nurabelen

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menegaskan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah NTT pada 2–4 Desember 2025. Berdasarkan prakiraan, Kabupaten Flores Timur pada 2 Desember berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat.

“Saat ini beberapa wilayah NTT sudah memasuki musim hujan dan sebagian besar masih mengalami peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan,” jelas Sti Nenotek. Kondisi ini menambah risiko terjadinya banjir lahar hujan, mengingat hujan deras bisa memicu aliran material vulkanik dari puncak gunung.

Data resmi dari Badan Geologi Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki masih menunjukkan aktivitas tinggi. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis visual dan data instrumental, tingkat aktivitas gunung masih berada pada Level IV (AWAS). Laporan khusus perkembangan aktivitas ini diterbitkan pada 1 Desember 2025.

Pemantauan visual menunjukkan gunung tampak jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan ketebalan bervariasi, mulai dari tipis, sedang, hingga tebal, dengan ketinggian 50–200 meter dari puncak. Cuaca di sekitar gunung tercatat bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan arah angin lemah ke utara, timur laut, barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara berkisar 21–33 derajat Celsius.

Data kegempaan dari 30 November hingga 1 Desember 2025 pukul 12.00 WITA menunjukkan adanya aktivitas seismik yang signifikan:

  • 33 kali gempa tremor non-harmonik
  • 6 kali gempa low frequency
  • 9 kali gempa vulkanik dalam
  • 1 kali gempa tektonik lokal
  • 7 kali gempa tektonik jauh

Meski aktivitas tinggi, erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA. Pemantauan visual hingga 1 Desember pukul 12.00 WITA menunjukkan erupsi belum terjadi, namun hembusan asap tebal tetap terlihat dari kawah dan rekahan di arah barat laut.

Kombinasi cuaca ekstrem dan potensi banjir lahar hujan membuat masyarakat di sekitar gunung harus ekstra waspada. Jalur transportasi yang melintasi area rawan harus dihindari bila hujan deras terjadi. Petugas setempat menekankan pentingnya selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BMKG agar risiko dapat diminimalkan.

Fenomena ini juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim hujan, terutama di wilayah yang rawan bencana vulkanik dan hidrometeorologi. Dengan tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang, risiko kecelakaan atau korban jiwa dapat ditekan. (ANTARA)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com