fin.co.id - Ketua MPR Ahmad Muzani menanggapi laporan adanya aksi penjarahan di sebuah minimarket di Sibolga setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang. Ia menegaskan, pemerintah saat ini tengah mengupayakan pemenuhan kebutuhan para warga yang mengungsi.
"Pemerintah sedang melakukan tindakan-tindakan cepat untuk segera memenuhi kebutuhan saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita yang sekarang ini mengalami musibah, termasuk di tenda-tenda pengungsian," kata Muzani, Selasa, 2 Desember 2025.
Muzani berharap, aparat keamanan bersama BNPB terus mempercepat penyaluran bantuan agar dapat menjangkau masyarakat di lokasi terdampak lebih cepat.
“Mudah-mudahan tindakan yang cepat dari aparat kepolisian, TNI, dan BNPB bisa cepat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat, sehingga apa yang diberitakan itu bisa cepat dicegah,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian juga merespons isu serupa terkait penjarahan setelah banjir bandang di sejumlah daerah. Ia menjelaskan, kondisi tersebut muncul akibat terbatasnya akses menuju wilayah terdampak, sehingga suplai bantuan menjadi terhambat dan stok pangan warga menipis.
"Tadi masalah penjarahan, ya, ini beberapa daerah yang terjadi, kebanyakan yang terekspos di daerah Sibolga. Karena memang banyak yang daerah yang terisolir tadi, dan gak gampang untuk langsung melakukan dropping (bantuan) kepada mereka. Stok mereka mungkin kurang, lapar, tapi kemudian ada yang masuk ke pertokoan," kata dia di kantor Kemendagri, Senin, 1 Desember 2025.
Tito juga mengingatkan, kejadian serupa sempat berlangsung saat gempa dan tsunami melanda Palu, Sulawesi Tengah, pada 2018. Menurutnya, pada hari ketiga setelah bencana, seluruh jalur distribusi, darat, laut, maupun udara, mengalami kerusakan yang mengakibatkan akses logistik terputus, sehingga memicu tindakan penjarahan.
"Kita sudah pernah ngalamin dulu di Palu itu hari ketiga terjadi penjarahan karena semua akses tertutup. Laut terkena tsunami, kemudian longsor di daratnya, dan kemudian udara juga towernya pecah waktu itu. Ya, ini waktu di Sulawesi Tengah," ucap dia.
"Dan hari ketiga sudah terjadi penjarahan, gudang-gudang maupun tempat-tempat makanan, toko, warung. Tapi, kemudian kita bisa atasi dengan cepat setelah logistik diberikan," imbuhnya.
(Anisha Aprilia)