Paparkan Rencana Kerja dan Anggaran 2026, Danantara akan Fokus Pada Proyek Ini

news.fin.co.id - 02/12/2025, 14:37 WIB

Paparkan Rencana Kerja dan Anggaran 2026, Danantara akan Fokus Pada Proyek Ini

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pihaknya masih mengkaji skema pembayaran utang kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). - Anisha Aprilia/Disway -

fin.co.id - Sebagai bagian dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara Indonesia turut menyampaikan arah kebijakan, prioritas investasi, serta proyeksi kinerja pada tahun mendatang lewat pemaparan rencana untuk roadmap investasi Danantara Investment Management (DIM) untuk 2026.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan, roadmap investasi DIM untuk tahun 2026 ini dirancang untuk menjalankan mandat ganda, yakni menghasilkan imbal hasil berkelanjutan sekaligus memberikan dampak ekonomi nasional.

"Roadmap investasi kami disusun dengan pendekatan yang terukur, berorientasi pada penciptaan nilai lintas generasi. Mandat kami jelas: menghadirkan imbal hasil yang sehat bagi negara, sambil memastikan setiap investasi memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan mendorong transformasi nasional," jelas Rosan kepada media di Jakarta, pada Senin (01/12).

Lebih lanjut, Rosan menambahkan bahwa dengan mengusung mandat ganda tersebut, strategi Danantara Indonesia untuk 2026 difokuskan pada pengembangan proyek-proyek strategis, penguatan sektor-sektor prioritas, dan diversifikasi portofolio lintas kelas aset serta geografi.

Advertisement

Menurutnya, kerangka strategi ini dibangun melalui pendekatan investasi yang terukur dan terdiversifikasi, memadukan investasi strategis jangka panjang dengan investasi privat dan publik yang memberikan arus kas lebih stabil. 

Pendekatan tersebut memastikan keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, sekaligus memungkinkan Danantara Indonesia membiayai proyek pembangunan berdampak besar bagi masyarakat dan menjaga ketahanan portofolio dalam jangka panjang.

"Pendekatan terukur menjadi prinsip inti dalam strategi portofolio Danantara Indonesia. Kami membangun portofolio dengan landasan kehati-hatian dan diversifikasi yang kuat," tutur Rosan.

"Setiap keputusan investasi harus memenuhi dua tujuan: menjaga nilai aset negara dan memastikan manfaat yang kembali kepada masyarakat dalam jangka panjang," sambungnya.

Selain itu, Danantara Indonesia menerapkan kerangka klasifikasi proyek strategis yang ketat dan transparan, salah satunya Proyek Kampung Haji di Makkah yang diinisiasi melalui Inpres No. 15/2025. 

Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kualitas akomodasi bagi jamaah haji Indonesia, yang merupakan jamaah terbesar di dunia, sekaligus menjawab kebutuhan akan solusi pelayanan yang lebih permanen dan terencana. 

Proyek strategis lainnya adalah proyek waste-to-energy (WtE), yang ditujukan sebagai proyek strategis domestik yang mendukung agenda ketahanan energi dan penanganan darurat sampah nasional. 

Proyek ini berpotensi menciptakan 3.500–4.500 lapangan kerja selama konstruksi, ratusan pekerjaan tetap saat operasi, serta potensi kontribusi hingga Rp 1,6 triliun per tahun terhadap PDB pada masa pembangunan. (Bianca Chairunisa)

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID