Sumbar Darurat! Gunung Marapi Erupsi Usai Banjir dan Longsor Besar, Agam Diselimuti Abu Tebal!

news.fin.co.id - 02/12/2025, 18:12 WIB

Sumbar Darurat! Gunung Marapi Erupsi Usai Banjir dan Longsor Besar, Agam Diselimuti Abu Tebal!

Kondisi terkini Gunung Semeru (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Di saat Sumatera Barat masih berjibaku menghadapi banjir dan longsor, masyarakat kembali dikejutkan oleh kabar terbaru, Gunung Marapi kembali meletus, Selasa 2 Desember 2025 sekitar pukul 10.34 WIB.

Erupsi ini menambah kompleksitas situasi bencana di daerah tersebut, yang sebelumnya sudah terdampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Letusan itu menyemburkan abu vulkanik dari puncak hingga menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Agam. Sejumlah kecamatan langsung merasakan dampaknya hanya dalam hitungan menit setelah erupsi terekam oleh pos pemantauan.

Advertisement

Seorang warga Sungai Angek, Baso, Amril, mengaku abu vulkanik cukup pekat hingga memengaruhi jarak pandang.

"Abu letusan sampai ke daerah kami di Baso, cukup mengganggu penglihatan dan sudah diimbau pemerintah desa untuk memakai masker," ujar Amril.

Tak hanya Baso, Kecamatan Canduang yang berada di arah Timur Laut dari Kawah Verbeek juga jadi sasaran sebaran abu. Warga setempat, Romi Poslah, ikut bercerita soal ketebalan abu yang menempel di lingkungan rumahnya.

"Banyak abu yang beterbangan dan menutup bagian kendaraan saya yang terparkir. Mudah-mudahan tidak berlangsung lama," kata Romi.

Dua kecamatan ini berada di sisi Utara dan Timur Laut Gunung Marapi arah yang memang rawan menjadi jalur penyebaran abu saat angin bertiup ke sektor tersebut.

Laporan dari Pos Pengamanan Gunung Api (PGA) mencatat erupsi ini muncul di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan berlangsung sekitar 51 detik.

Namun, tinggi kolom abu tidak terpantau secara visual akibat kabut tebal dan kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Advertisement

Petugas PGA, Ahmad Rifandi, menyampaikan bahwa Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Artinya, aktivitas vulkanik masih dalam fase yang perlu diawasi secara ketat.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID