Internasional . 03/12/2025, 13:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
1. Siklon Tropis Ditwah
2. Siklon Tropis Senyar
Terbentuk dari bibit siklon tropis di Selat Malaka, antara Semenanjung Malaya dan Pulau Sumatera.
Meningkat menjadi siklon tropis dan sempat menghantam pesisir utara Sumatera sebelum kembali ke Selat Malaka.
Membawa curah hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang pasang yang berdampak hingga ke Malaysia dan Thailand bagian selatan.
Kedua badai tersebut memperparah kondisi cuaca di kawasan, memicu hujan deras berhari-hari yang menyebabkan banjir bandang di banyak tempat.
Meski siklon yang melanda bukan kategori badai besar, dampaknya justru jauh lebih fatal.
Menurut Roxy Mathew Koll, ilmuwan iklim dari Indian Institute of Tropical Meteorology, ada beberapa faktor yang membuat banjir kali ini menimbulkan korban begitu banyak:
1. Peringatan dini tidak diterjemahkan menjadi aksi cepat di lapangan
Koll menyebut bahwa peringatan badai sebenarnya sudah diberikan jauh sebelum kedua siklon mencapai daratan.
Namun, menurutnya:
“Otoritas gagal mengubah peringatan meteorologi menjadi keamanan di lapangan.”
Artinya, proses evakuasi, penyampaian informasi ke warga, dan mitigasi di lapangan tidak berjalan cukup cepat.
2. Infrastruktur tidak mampu menahan bencana besar
Banyak wilayah terdampak berada di daerah curam, rawan longsor, dan memiliki sistem drainase buruk.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media