Ekonomi . 03/12/2025, 20:41 WIB

Insentif Otomotif Bikin Panas! Perdebatan Kemenperin vs Menko Airlangga Disorot Tajam, Ekonom: Tujuannya Patut Dipertanyakan!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Sementara itu, ketidakpastian kebijakan ini juga menimbulkan dampak serius di level pasar. Owner Indigo Auto, Yudy Budiman, menyoroti bahwa kebijakan insentif yang timpang dan tidak pasti justru merusak psikologi pasar.

Konsumen kini memilih menunda keputusan pembelian mobil, termasuk di pasar mobil bekas. Mereka menunggu apakah pemerintah akan mengeluarkan insentif baru atau mengubah regulasi. “Bahkan termasuk saya di bidang mobil bekas, itu banyak orang yang jadi nunda pembelian. Kalau di mobil bekas kita ada penurunan mungkin sekitar 10-20 persen,” tutup Yudy. Penundaan pembelian ini langsung berimbas pada penurunan volume transaksi, mengancam likuiditas bisnis, dan menegaskan bahwa ketidakpastian regulasi sama berbahayanya dengan ketiadaan insentif itu sendiri.

Jelas, polemik insentif otomotif ini bukan hanya masalah perbedaan angka, tetapi masalah besar yang melibatkan nasib pekerja, beban fiskal negara, dan kualitas hidup masyarakat di tengah kemacetan yang makin parah. Pemerintah harus segera menyatukan pandangan, mendengarkan kritik para ahli, dan merumuskan kebijakan yang tidak hanya menyelamatkan industri dari PHK, tetapi juga adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi kepentingan publik secara luas. - Bianca Khairunnisa/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com