Pramono Anung Kumpulkan Pejabat DKI, Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob

news.fin.co.id - 03/12/2025, 19:45 WIB

Pramono Anung Kumpulkan Pejabat DKI, Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, menggelar town hall meeting dengan seluruh kepala dinas, camat, dan lurah di Balai Kota Jakarta.

Dalam pertemuan besar tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan muncul selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Salah satu instruksi utama Pramono Anung, ditujukan kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

"Cuaca ekstrem ini akan terjadi diprediksi minggu kedua sampai awal Januari. Bahkan ada hari yang kemudian curah hujannya hampir mendekati 300. Padahal curah hujan 200 saja, Jakarta itu pasti sudah banjir," ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta,

Advertisement

Ia meminta agar seluruh pompa air disiapkan secara optimal, termasuk pengawasan ekstra terhadap ancaman banjir rob di wilayah pesisir Ibu Kota.

"Maka, Bu Ika (Kadis SDA), tolong pompa semuanya dipersiapkan. Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk hal itu. Termasuk tentunya dengan para wali kota yang terkait. Karena juga diperkirakan pada bulan Desember ini kemungkinan air robnya naik," jelasnya.

Menurutnya, koordinasi lapangan harus berjalan tanpa hambatan mengingat intensitas cuaca yang sulit diprediksi.

Selain urusan cuaca, Pramono juga mengingatkan jajarannya untuk memastikan persiapan perayaan Natal dan tahun baru berjalan aman, tertib, dan tetap meriah.

"Saya minta Natal Jakarta bisa berlangsung dengan semarak. Termasuk kalau mau menggunakan Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto dari sekarang, silakan,"

Ia menegaskan, bahwa seluruh kegiatan masyarakat pada periode liburan akhir tahun harus mendapat dukungan penuh dari aparat pemerintah daerah.

Di hadapan para pejabat Pemprov DKI, Pramono turut memberi perhatian khusus pada penggunaan media sosial.

Ia meminta agar setiap konten yang dibuat pejabat maupun instansi tetap berisi informasi faktual, bukan dikemas berlebihan atau disajikan sebagai konten sensasional.

"Saya juga berkeinginan bahwa yang kita komunikasikan adalah yang apa adanya. Nggak boleh terlalu berlebihan, apalagi kemudian, mohon maaf, dibuat seakan-akan menjadi konten tertentu. Nggak apa-apa, konten nggak apa-apa," tutupnya.

Advertisement
Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Penulis FIN.CO.ID