Nasional . 04/12/2025, 14:48 WIB

Monumen Duka di Agam: Upaya Darurat Warga Kampung Tengah Memakamkan Korban Bencana

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kawasan Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini diselimuti oleh aroma tanah basah, serta kesedihan mendalam menyusul sapuan banjir bandang, dan longsor yang hebat. Di tengah puing-puing kehancuran yang ditinggalkan bencana alam, sebuah area terbuka kini menjadi lokasi pemakaman kolektif sebagai wujud penghormatan terakhir dari warga kepada para korban.

Lahan yang tadinya kosong itu kini beralih fungsi menjadi peristirahatan terakhir bagi puluhan orang meninggal dalam bencana alam tersebut.

Dengan segala keterbatasan yang ada, dan tanpa menunggu kedatangan bantuan logistik besar, penduduk Kampung Tengah secara gotong royong memikul tugas terberat: menguburkan jasad tetangga, kerabat, dan sanak saudara mereka. Sejak hari Sabtu, 29 Desember 2025, proses pemakaman massal darurat telah dilaksanakan.

Warga bahu-membahu menggali liang, mengatur, dan mengantarkan para korban ke tempat peristirahatan terakhir mereka, sebuah tindakan kemanusiaan yang terpaksa diambil di bawah tekanan waktu yang mendesak, dan risiko penyebaran penyakit.

Ium, salah seorang warga setempat, menyampaikan kesaksian yang menggambarkan kondisi mencekam yang mereka alami. Hingga Kamis, 4 Desember 2025, diperkirakan 33 jenazah telah dikebumikan secara massal di lokasi tersebut. Jumlah ini dikhawatirkan akan terus bertambah seiring berlanjutnya upaya pencarian di beberapa titik yang terkena dampak paling parah.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya terbatas pada kekurangan tenaga kerja dan peralatan, tetapi juga kondisi tragis jenazah yang ditemukan. Banyak jenazah korban terpaksa dikebumikan secara bersamaan dalam satu liang lahat.

"Ada yang satu lubang itu 20 jenazah, ada jenazah yang tidak lengkap organ tubuhnya, ada yang belasan, ada juga yang tiga dalam satu lubang. Daripada busuk, kami kuburkan cepat," tuturnya.

Keputusan untuk melakukan pemakaman merupakan langkah krusial yang harus diambil guna menghindari timbulnya masalah kesehatan masyarakat lebih lanjut. Tragedi ini menjadi gudang kisah pilu tentang dampak brutal dari amukan alam.

Proses identifikasi dan evakuasi jenazah menjadi pekerjaan yang hampir mustahil karena sebagian besar jasad ditemukan dalam keadaan tidak utuh dan tanpa dokumen pengenal. Salah satu temuan yang paling menyayat hati adalah korban-korban yang tubuhnya terpisah-pisah akibat sapuan arus galodo.

“Ada yang terpotong-potong tanpa identitas, kepalanya tidak ditemukan. Ada yang tinggal pahanya saja,” cerita Ium.

Situasi ini memperparah penderitaan keluarga korban yang berharap dapat menemukan orang-orang terkasih mereka dalam kondisi yang lebih baik.

Bahkan, terdapat dua jasad yang sama sekali tidak bisa diidentifikasi. Tanpa nama dan tanpa ada keluarga yang datang untuk mengakui, keduanya langsung dimakamkan. Keadaan darurat memaksa diambilnya tindakan cepat, sebab kekhawatiran akan pembusukan jenazah dan risiko penyebaran wabah penyakit jauh lebih besar dibandingkan waktu yang dibutuhkan untuk proses identifikasi.

Di area pemakaman, tampak warga bekerja tanpa kenal lelah. Ada yang memanggul cangkul untuk menggali kuburan, ada yang dengan penuh kehati-hatian menata jasad sebelum ditutup dengan tanah, dan sebagian lainnya berdiri di pinggir lubang, memanjatkan doa khusyuk. Pemandangan ini menghadirkan sebuah potret mengharukan tentang solidaritas komunitas Agam dalam menghadapi bencana terbesar yang pernah mereka alami.

Pemakaman massal ini menandai berakhirnya pencarian yang menyakitkan, namun sekaligus menjadi titik awal bagi duka berkepanjangan bagi Kampung Tengah. Di bawah gundukan tanah basah yang baru, puluhan korban kini beristirahat berdampingan, sebuah simbol bisu yang menunjukkan kekuatan sekaligus kehancuran alam, serta keteguhan hati warga yang tetap tegak di tengah nestapa.

(Abdullah Sani/Disway Riau)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com