Nasional . 08/12/2025, 10:18 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Pemerintah daerah
BMKG
BNPB
TNI–Polri
Relawan kebencanaan
Bahkan, bila diperlukan, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga bisa menjadi opsi untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah kritis.
“Koordinasi yang kuat memungkinkan langkah-langkah pengurangan risiko berjalan lebih efektif,” tambahnya.
Dwikorita menegaskan bahwa bencana di Sumatera tidak boleh dianggap sebagai kejadian lokal semata, melainkan sebagai peringatan nasional terhadap rapuhnya sistem mitigasi di sejumlah wilayah.
Ia mengingatkan bahwa mitigasi bencana tidak boleh bersifat reaktif atau musiman, melainkan harus dibangun sebagai strategi jangka panjang yang berfokus pada:
Pemulihan ekosistem
Penataan ruang yang berkelanjutan
Pengendalian alih fungsi lahan
Perlindungan kawasan resapan air
“Mitigasi bencana harus berbasis pada pemulihan dan perlindungan lingkungan agar peradaban yang lebih baik dan berkelanjutan bisa terwujud,” tandasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Dwikorita mengingatkan bahwa atmosfer yang labil dalam beberapa bulan ke depan masih sangat berpotensi memperburuk risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang, longsor, dan aliran debris.
“Kita harus bergerak sekarang sebelum curah hujan ekstrem memperbesar ancaman di daerah-daerah rentan hidrometeorologi,” tutupnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media