Nasional . 08/12/2025, 10:18 WIB

BMKG: Waspada Ancaman Bencana Ekstrem 2025-2026, Lereng Curam hingga Zona Tektonik Jadi Titik Rawan!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

  • Pemerintah daerah

  • BMKG

  • BNPB

  • TNI–Polri

  • Relawan kebencanaan

Bahkan, bila diperlukan, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga bisa menjadi opsi untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah kritis.

“Koordinasi yang kuat memungkinkan langkah-langkah pengurangan risiko berjalan lebih efektif,” tambahnya.

Dwikorita menegaskan bahwa bencana di Sumatera tidak boleh dianggap sebagai kejadian lokal semata, melainkan sebagai peringatan nasional terhadap rapuhnya sistem mitigasi di sejumlah wilayah.

Ia mengingatkan bahwa mitigasi bencana tidak boleh bersifat reaktif atau musiman, melainkan harus dibangun sebagai strategi jangka panjang yang berfokus pada:

  • Pemulihan ekosistem

  • Penataan ruang yang berkelanjutan

  • Pengendalian alih fungsi lahan

  • Perlindungan kawasan resapan air

“Mitigasi bencana harus berbasis pada pemulihan dan perlindungan lingkungan agar peradaban yang lebih baik dan berkelanjutan bisa terwujud,” tandasnya.

Ancaman Hidrometeorologi Masih Mengintai hingga Awal 2026

Mengakhiri pernyataannya, Dwikorita mengingatkan bahwa atmosfer yang labil dalam beberapa bulan ke depan masih sangat berpotensi memperburuk risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang, longsor, dan aliran debris.

“Kita harus bergerak sekarang sebelum curah hujan ekstrem memperbesar ancaman di daerah-daerah rentan hidrometeorologi,” tutupnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com