China Klaim Penguncian Radar Tembakan ke Jet Tempur Jepang Sesuai Aturan

news.fin.co.id - 08/12/2025, 10:58 WIB

China Klaim Penguncian Radar Tembakan ke Jet Tempur Jepang Sesuai Aturan

Juru bicara Kementerian Pertahanan China Zhang Xiaogang (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

fin.co.id - Tindakan angkatan laut China yang mengarahkan radar pengendali tembakan ke jet-jet tempur Jepang sesuai dengan hukum internasional.

Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) China Zhan Xiaogang dalam keterangan pers yang diakses di situs resminya pada Senin (8/12).

"Kapal induk Liaoning melakukan latihan di laut lepas di perairan sebelah timur Selat Miyako, yang sepenuhnya sesuai dengan hukum dan praktik internasional," kata Zhan.

Sebelumnya, Jepang memprotes tindakan dua jet tempur J-15 China yang mengarahkan radar mereka secara bergantian ke pesawat F-15 Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) di perairan tenggara Okinawa.

Advertisement

Insiden itu terjadi pada Sabtu antara pukul 16.32 dan 16.35 waktu setempat, ketika J-15 yang lepas landas dari kapal induk Liaoning mengunci radar pengendali tembakan ke F-15 yang berupaya mencegah jet-jet China itu mendekati wilayah udara Jepang.

Insiden kedua tercatat antara pukul 18.37 dan 19.08, ketika J-15 mengunci radar F-15 lain di area yang sama.

"Namun, Jepang-lah yang justru berniat buruk mengikuti dan mengganggu tindakan China dengan berkali-kali mengirim pesawat untuk menerobos ke dalam area latihan yang telah ditetapkan dan diumumkan oleh China," kata Zhang.

Setelah itu, kata dia, Jepang malah memutarbalikkan fakta dan menuduh operasi China itu sebagai tindakan keliru.

"Kami menyatakan ketidakpuasan dan penolakan yang kuat terhadap provokasi dan upaya menyesatkan opini publik yang dilakukan oleh Jepang," kata Zhang.

Dia menyebut bahwa Jepang akhir-akhir ini semakin gencar melakukan provokasi dan gangguan keamanan secara militer.

"Apa sebenarnya yang ingin dicapai? Hal ini sudah diketahui oleh dunia," kata Zhang, merujuk pada rencana Jepang yang disebutnya "kembali memilih jalan sesat militerisme."

"Mereka pasti akan terjerumus ke dalam jurang kehancuran yang tidak terselamatkan. Kami mendesak pihak Jepang untuk benar-benar menyadari situasi saat ini, melakukan introspeksi dan mengoreksi kesalahan," katanya, menambahkan.

Dia meminta agar Jepang tidak "berada di posisi berseberangan dengan rakyat China dan komunitas internasional."

Advertisement

Kemhan Jepang mengatakan tidak ada kerusakan pada pesawat atau personel mereka, tetapi menyebut tindakan China itu berbahaya dan melampaui batas-batas keselamatan penerbangan.

"Kami sangat menyesalkan insiden ini. Kami telah melayangkan protes keras kepada pihak China dan meminta agar kejadian serupa tidak terulang," kata Kemhan Jepang dalam pernyataannya.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID