fin.co.id - Upaya pencarian korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terus berlangsung intens sejak bencana melanda wilayah itu. Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, PMI hingga relawan bekerja tanpa henti demi menemukan 67 orang yang masih hilang. Operasi besar ini berlangsung di tengah kondisi medan yang penuh tantangan dan cuaca yang sulit diprediksi.
Kapolres Agam AKBP Muari menjelaskan bahwa tim saat ini menyisir sejumlah titik yang tertimbun material banjir bandang dan sepanjang aliran Sungai Batang Nanggang. Areal ini menjadi salah satu lokasi terparah dan diperkirakan menyimpan banyak titik potensi korban.
“Kita masih melakukan pencarian korban di sejumlah titik material banjir bandang dan sepanjang Sungai Batang Nanggang,” ujarnya di Lubuk Basung.
Ekskavator Bekerja Marathon Membersihkan Material
Untuk mempercepat proses pencarian, sebanyak 18 unit ekskavator dikerahkan. Peralatan berat ini berfungsi mengangkat tumpukan tanah, lumpur, serta material kayu besar yang menutupi rumah warga maupun area sungai. Tanpa alat berat, pencarian hampir tidak mungkin dilakukan mengingat ketebalan material yang mengubur banyak area.
Meski medan sulit, tim berhasil menemukan 157 korban dalam kondisi meninggal dunia di Kecamatan Palembayan. Angka ini menegaskan betapa dahsyatnya dampak banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan ekstrem pada 8–9 Desember 2025.
Mobilitas Warga Ganggu Operasi Tim Gabungan
AKBP Muari menyebutkan, saat ini proses pencarian relatif lebih lancar dibanding hari-hari sebelumnya. Namun, tim sempat menghadapi hambatan cukup serius dari membludaknya warga yang datang ke lokasi bencana untuk membuat konten video maupun siaran langsung.
Kendaraan yang keluar-masuk lokasi menyebabkan kemacetan panjang. Kondisi ini menghambat ekskavator serta mobil damtruk yang membawa material ke lokasi pembuangan.
“Ini kendala yang kita hadapi dimana kendaraan yang masuk cukup banyak ke lokasi, sehingga terjadi macet cukup panjang. Namun saat ini mobilitas kendaraan sudah mulai sepi setelah jalan menuju ke lokasi kita tutup,” jelasnya.
Penutupan akses ini dilakukan demi mempercepat operasi pencarian sekaligus menjaga keamanan warga yang sebelumnya berkerumun di area rawan.
Operasi Dihentikan Setiap Hujan Demi Hindari Bencana Susulan
Cuaca menjadi faktor penting yang terus diawasi tim. Curah hujan tinggi pada siang hingga sore hari membuat wilayah Palembayan rentan mengalami banjir bandang susulan. Karena itu, proses pencarian maupun pembersihan material selalu dihentikan ketika hujan mulai turun.
“Kita menghentikan proses pembersihan dan pencarian menjelang hujan turun demi keselamatan,” tegas Kapolres Agam.
Keputusan ini menjadi langkah wajib untuk meminimalkan risiko, terutama bagi personel yang bekerja di area lereng dan pinggir sungai yang mudah longsor.