Alasan Unilever Lepas Bisnis Es Krim ke Magnum Rp7 Triliun

news.fin.co.id - 09/12/2025, 20:58 WIB

Alasan Unilever Lepas Bisnis Es Krim ke Magnum Rp7 Triliun

Tiga direksi Unilever mundur dari jabatannya, aksi boikot berdampak pada saham UNVR

fin.co.id - PT Unilever Indonesia Tbk resmi mengumumkan telah menyelesaikan penjualan bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia dengan nilai fantastis mencapai Rp 7 triliun.

Transaksi ini menjadi salah satu aksi korporasi terbesar Unilever dalam beberapa tahun terakhir dan sekaligus menandai babak baru bagi bisnis es krim di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 8 Desember 2025.

Advertisement

“Perseroan telah menyelesaikan penjualan bisnis es krim,” ujar Padwestiana dalam keterangan resminya.

Padwestiana menjelaskan, transaksi penjualan ini telah memperoleh persetujuan resmi dari para pemegang saham, baik melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) maupun Rapat Umum Pemegang Saham Independen yang digelar pada 14 Januari 2025.

Dengan restu penuh dari para pemegang saham, proses pelepasan bisnis es krim Unilever pun berjalan mulus hingga akhirnya tuntas pada Desember 2025

Sebetulnya, kesepakatan awal antara Unilever dan Magnum Ice Cream Indonesia telah ditandatangani sejak Jumat, 22 November 2024. Pada saat itu, Unilever mengumumkan penjualan bisnis es krim dengan nilai transaksi mencapai:

  • Rp 7 triliun (belum termasuk PPN)

  • Aset tetap: Rp 2,5 triliun

  • Nilai buku bersih: Rp 1,9 triliun

  • Nilai persediaan: Rp 172 miliar

Untuk memastikan nilai transaksi berjalan wajar, Unilever menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan sebagai penilai independen. Hasilnya, nilai pasar bisnis es krim Unilever ditaksir mencapai Rp 6,5 triliun.

Dalam keterangannya pada 28 November 2024, Padwestiana menegaskan bahwa transaksi ini masuk kategori transaksi material.

Advertisement

“Nilai transaksi merupakan 204 persen dari nilai ekuitas Perseroan per 30 September 2024 sebesar Rp 3,4 triliun. Oleh karena itu, transaksi ini merupakan transaksi material,” jelas Padwestiana.

Artinya, penjualan bisnis es krim ini bukan sekadar pelepasan aset biasa, melainkan langkah strategis besar yang sangat berpengaruh terhadap struktur keuangan Unilever Indonesia.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID