Nasional . 09/12/2025, 16:31 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Di tengah derasnya bantuan logistik, Muzakir menyoroti satu persoalan besar yang masih dihadapi Aceh, yakni kekurangan tenaga medis. Ribuan korban luka membutuhkan perawatan intensif di berbagai rumah sakit dan pos kesehatan darurat.
“Dokter kita kurang. Mungkin yang akan menjadi dokter seperti koas mungkin akan kita gunakan juga,” jelas Muzakir.
Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Pusat akan menerjunkan:
Dokter magang (koas)
Tenaga kesehatan tambahan
Tim medis khusus bencana
Langkah ini dinilai sangat penting agar layanan kesehatan bagi korban banjir dan longsor tetap berjalan optimal, terutama di daerah terpencil yang aksesnya masih terbatas.
Berdasarkan data resmi BNPB per Minggu 7 Desember 2025, jumlah korban akibat bencana di Aceh tercatat sangat besar, yaitu:
Korban meninggal dunia: 366 orang
Korban hilang: 96 orang
Korban luka-luka : 4.300 orang
Aceh Utara: 128 orang
Aceh Tamiang: 57 orang
Aceh Timur: 47 orang
Bener Meriah: 34 orang
Pidie Jaya: 27 orang
Aceh Tengah: 23 orang
Bireuen: 20 orang
Aceh Tenggara: 14 orang
Kota Langsa: 5 orang
Gayo Lues: 4 orang
Kota Lhokseumawe: 4 orang
Angka ini masih berpotensi bertambah mengingat proses pencarian korban hilang masih terus berlangsung.
Dampak bencana juga menyebabkan lonjakan jumlah pengungsi di berbagai daerah. Berikut data jumlah pengungsi di beberapa wilayah Aceh:
Aceh Utara: 316,6 ribu jiwa
Aceh Tamiang: 262,1 ribu jiwa
Aceh Timur: 180 ribu jiwa
Bener Meriah: 38,7 ribu jiwa
Pidie: 25,8 ribu jiwa
Pidie Jaya: 20,1 ribu jiwa
Kota Lhokseumawe: 19,6 ribu jiwa
Gayo Lues: 14,5 ribu jiwa
Aceh Tengah: 13 ribu jiwa
Nagan Raya: 8,1 ribu jiwa
Aceh Tenggara: 5,6 ribu jiwa
Ratusan ribu pengungsi ini tersebar di:
Posko pengungsian
Sekolah
Balai desa
Masjid
Fasilitas umum lainnya
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media