Mendagri Tegaskan Gedung Terra Drone Tak Penuhi Standar Keselamatan, 22 Korban Tewas Terjebak Asap

news.fin.co.id - 10/12/2025, 20:57 WIB

Mendagri Tegaskan Gedung Terra Drone Tak Penuhi Standar Keselamatan, 22 Korban Tewas Terjebak Asap

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi insiden pada Rabu, 10 Desember 2025. Foto: Cahyono

fin.co.id – Pemeriksaan awal mengungkap bahwa gedung perkantoran Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, tidak memenuhi ketentuan keselamatan bangunan. Kondisi ini menjadi salah satu faktor tingginya jumlah korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi, Selasa, 9 Desember 2025, dan menewaskan 22 orang.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi insiden pada Rabu, 10 Desember 2025. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Menurut Tito, para pegawai yang bekerja di lantai dua hingga enam tidak dapat keluar menyelamatkan diri karena minimnya jalur evakuasi. Api yang muncul di lantai satu memutus akses keluar sehingga puluhan orang terperangkap di dalam gedung.

"Kebakaran ini terjadi di lantai 1 tanpa ada jalur evakuasi. Mereka terjebak. Terjebak karena untuk turun ke bawah tidak ada jalur ke bawah. Kebakarannya di bawah. Sehingga wafat 22 orang," kata Tito Karnavian.

Advertisement

Tito menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan gedung-gedung di Jakarta. Ia menegaskan bahwa setiap bangunan harus memenuhi aspek pencegahan dan mitigasi kebakaran sesuai ketentuan.

Ia juga meminta Dinas Pemadam Kebakaran memastikan ketersediaan sarana keselamatan seperti alat pemadam, jalur evakuasi yang memadai, serta sprinkler untuk mengantisipasi kebakaran.

"Dinas Pemadam Kebakaran akan melihat apakah tempat itu ada alat pemadam kebakaran, kemudian apakah di tempat itu ada misalnya exit jalur evakuasi, sprinkler bila terjadi kebakaran untuk memadamkan cepat, dan lain-lain," ujarnya.

Tito menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi saat waktu makan siang. Titik api diduga berasal dari lantai satu akibat korsleting baterai drone yang sedang diisi daya. Asap pekat kemudian menyebar ke lantai atas dan membuat puluhan pekerja kesulitan bernapas.

Di dalam gedung terdapat sekitar 41 orang pada saat kejadian, dan 22 di antaranya meninggal akibat menghirup asap beracun.

"Wafatnya saya tanya apakah terbakar atau karena apa, rupanya bukan karena terbakar, tapi karena asap. Mungkin karbon monoksida atau zat beracun lainnya yang terhisap," pungkasnya.

(Cahyono)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID