fin.co.id - Bencana hidrometeorologi kembali mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Situasi di lapangan semakin memprihatinkan setelah data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia melonjak menjadi 190 orang. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono pada Rabu malam, 10 Desember 2025.
Lonjakan data ini sontak memicu kekhawatiran publik. Pasalnya, dua hari sebelumnya jumlah korban meninggal masih di angka 188 jiwa. Artinya, tim di lapangan terus menemukan korban baru seiring intensifnya pencarian.
Korban Meninggal Tersebar di Lima Kecamatan
Rahmat menjelaskan bahwa korban meninggal tersebar di beberapa wilayah yang terdampak bencana paling parah. Berikut rinciannya:
- Kecamatan Malalak: 14 orang
- Kecamatan Tanjung Raya: 10 orang
- Kecamatan Palupuh: 1 orang
- Kecamatan Matur: 1 orang
- Kecamatan Palembayan: 138 orang
Angka korban di Palembayan menjadi sorotan, karena wilayah ini tampak paling terdampak oleh banjir bandang dan longsor yang menyapu pemukiman serta infrastruktur penting.
Selain itu, 25 korban meninggal masih belum teridentifikasi oleh pihak kepolisian. Proses identifikasi berlangsung paralel dengan pencarian korban lainnya.
72 Orang Masih Hilang, Pencarian Dikebut Tim Gabungan
Situasi semakin mendesak karena 72 warga masih dinyatakan hilang. BPBD Agam bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan relawan terus melakukan pencarian sejak pagi ini. Berikut sebaran warga yang belum ditemukan:
- Malalak: 3 orang
- Tanjung Raya: 2 orang
- Palembayan: 66 orang
- Lubuk Basung: 1 orang
Tim gabungan mengerahkan alat berat untuk mengangkat material banjir bandang berupa tanah dan pohon yang diperkirakan menimbun para korban.
Upaya pencarian berlangsung intens karena setiap menit sangat berarti. Semakin cepat material diangkat, semakin besar peluang tim menemukan korban yang mungkin masih selamat atau setidaknya bisa segera dievakuasi.
Ribuan Warga Mengungsi, Puluhan Masih Dirawat
Selain korban meninggal dan hilang, bencana ini memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Data BPBD Agam mencatat:
- Korban masih dirawat: 13 orang
- Warga mengungsi: 4.117 orang
- Warga terdampak/terisolasi: 988 orang