Dengan ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal, kebutuhan logistik dan kesehatan semakin mendesak. Tim relawan, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan bekerja keras memenuhi kebutuhan dasar di berbagai posko pengungsian.
Kerusakan Infrastruktur Meluas, Rumah Warga Paling Banyak Terdampak
Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur penting di Kabupaten Agam. Data kerusakan menunjukkan skala bencana yang luar biasa besar:
Kerusakan Rumah Warga
- Rusak ringan: 493 unit
- Rusak sedang: 359 unit
- Rusak berat: 600 unit
Kerusakan Fasilitas Umum
- Tempat ibadah terdampak: 11 unit
- Jembatan rusak: 67 titik
- Jalan rusak: 49 titik
- Fasilitas pendidikan rusak: 99 unit
- Irigasi rusak: 125 unit
- Bendungan rusak: 16 unit
Kerusakan jembatan dan jalan menjadi sorotan penting karena menghambat mobilisasi bantuan serta evakuasi warga di daerah yang masih terisolasi.
Kerusakan Sektor Ekonomi
- Ternak mati: 5.025 ekor
- Lahan pertanian rusak: 1.813,70 hektare
Kerusakan sektor pertanian dan peternakan membuat ancaman bagi ketahanan pangan lokal semakin nyata. Banyak petani kehilangan seluruh lahannya akibat terjangan banjir dan longsor.
Total Kerugian Tembus Rp682,35 Miliar
BPBD Agam mencatat total kerugian akibat banjir bandang, banjir, tanah longsor, serta angin puting beliung mencapai Rp682,35 miliar. Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring pendataan lanjutan terhadap infrastruktur dan sektor ekonomi yang rusak.
Nilai kerugian tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah kemungkinan membutuhkan dukungan lebih dari pusat untuk pemulihan jangka panjang.
Dengan masih banyaknya korban yang hilang dan proses evakuasi yang berlangsung intensif, situasi di Agam terus berkembang dari waktu ke waktu. Semua mata kini tertuju pada upaya tim gabungan yang berpacu dengan waktu untuk menemukan korban dan memulihkan kondisi daerah terdampak. (ANTARA)