Nasional . 12/12/2025, 20:51 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Situasi bencana di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh semakin memprihatinkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya peningkatan jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa angka korban jiwa yang sebelumnya tercatat 990 orang per 11 Desember 2025, kini bertambah menjadi 995 jiwa.
“Saat ini rekapitulasi kami menunjukkan angka 995 jiwa total meninggal dunia di tiga provinsi,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers virtual pada Kamis 11 Desember 2025.
Peningkatan ini berasal dari hasil verifikasi identitas para korban yang dilakukan secara ketat oleh BNPB bersama catatan sipil di tingkat kecamatan.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa proses verifikasi by name by address dilakukan untuk memastikan seluruh data valid dan akurat.
Hal ini karena terdapat sejumlah jasad yang sempat teridentifikasi sebagai korban bencana, namun ternyata merupakan jenazah yang berasal dari area pemakaman setempat.
“Proses verifikasi masih berlangsung. Mulai besok, setelah diverifikasi datanya, kita akan memberikan data yang tervalidasi by name by address,” jelasnya.
Langkah ini penting agar tidak terjadi kesalahan pendataan yang dapat memengaruhi akurasi total korban di tiga provinsi tersebut.
Tidak hanya korban meninggal, jumlah korban hilang juga mengalami peningkatan. BNPB mencatat bahwa angka korban yang sebelumnya 222 orang, kini bertambah menjadi 226 orang.
Sebagian besar penambahan korban hilang terjadi di wilayah Aceh, yang merupakan salah satu daerah paling terdampak banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media