Gunung Ibu Kembali Erupsi, Kolom Abu Melesat 800 Meter

news.fin.co.id - 12/12/2025, 18:41 WIB

Gunung Ibu Kembali Erupsi, Kolom Abu Melesat 800 Meter

Erupsi Gunung Ibu kembali terjadi dengan kolom abu 800 meter. Foto: ANTARA/ PGA Gunung Ibu.

fin.co.id - Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali menunjukkan aktivitas signifikan pada Jumat (12/12) sore. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu melaporkan erupsi yang memuntahkan abu vulkanik hingga 800 meter di atas puncak. Situasi ini langsung memicu perhatian publik karena gunung tersebut sudah berada pada status Level II atau Waspada.

Menurut petugas PGA, Saum, erupsi terjadi sekitar pukul 17.18 WIT. Kolom abu tampak jelas membumbung dengan warna putih hingga kelabu. Intensitasnya pun cukup tebal dan mengarah ke Barat Daya. Aktivitas itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar satu menit satu detik.

Kondisi ini menegaskan bahwa Gunung Ibu masih aktif dan berpotensi memunculkan erupsi susulan. Dengan ketinggian 1.325 meter di atas permukaan laut, gunung api ini memang kerap menunjukkan peningkatan tekanan internal. Wajar jika otoritas terkait terus mengawasi setiap perubahan kecil sekalipun.

Zona Bahaya Diperketat

Advertisement

Dalam situasi seperti ini, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung perlu meningkatkan kewaspadaan. PGA Ibu mengingatkan warga, pengunjung, hingga wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak. Selain itu, terdapat perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Aturan zona bahaya ini bukan sekadar formalitas. Erupsi yang memuntahkan abu hingga ratusan meter berpotensi membawa material panas maupun paparan debu yang mengganggu kesehatan. Masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak juga perlu mempersiapkan perlindungan diri, terutama jika hujan abu turun sewaktu-waktu.

Hujan Abu Mengancam, Warga Diminta Gunakan Masker

Saum menekankan pentingnya perlindungan diri saat aktivitas gunung meningkat. Jika hujan abu terjadi, warga yang beraktivitas di luar rumah disarankan memakai masker dan kacamata. Paparan abu vulkanik dapat mengiritasi mata, saluran pernapasan, dan berpotensi mengganggu rutinitas harian.

Selain itu, paparan abu yang menempel pada atap rumah juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan beban struktur jika dibiarkan menumpuk. Masyarakat bisa membersihkannya secara berkala dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Cegah Hoaks, Ikuti Informasi Resmi

Dalam kondisi rawan seperti ini, informasi simpang siur sangat mudah menyebar. Karena itu, Saum mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Narasi bohong justru dapat memicu kepanikan dan membuat situasi semakin tidak kondusif.

Pihak PGA dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung. Informasi resmi dapat diperoleh melalui Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu. Warga diminta untuk terus memantau perkembangan dari kanal resmi pemerintah daerah agar tidak tertinggal update penting.

Erupsi terbaru Gunung Ibu yang memuntahkan abu 800 meter ke udara menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berlangsung aktif. Warga di Halmahera Barat tidak perlu panik, tetapi tetap harus mengikuti imbauan resmi, menjaga jarak aman dari zona terlarang, serta melindungi diri dari paparan abu. Informasi akurat dan kewaspadaan kolektif menjadi fondasi penting dalam menghadapi kondisi ini. Jika situasi berubah, otoritas resmi pasti memberikan informasi terkini.

Advertisement
Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID