Korban Kedua Pengeroyokan di Kalibata Tewas, Polisi Dalami Motif dan Pelaku

news.fin.co.id - 12/12/2025, 14:38 WIB

Korban Kedua Pengeroyokan di Kalibata Tewas, Polisi Dalami Motif dan Pelaku

Satu lagi korban dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan kelompok penagih kredit kendaraan bermotor atau mata elang dikabarkan meninggal dunia.

fin.co.id - Satu lagi korban dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan kelompok penagih kredit kendaraan bermotor atau mata elang dikabarkan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, korban kedua tersebut wafat pada Kamis malam saat menjalani perawatan di RS Budi Asih.

"Benar bahwa korban yang kedua meninggal dunia semalam di RS Budi Asih," katanya kepada wartawan, Jumat, 12 Desember 2025.

Terkait dugaan bahwa pengeroyokan dipicu oleh seorang pemotor yang tidak terima ditagih cicilan oleh petugas mata elang, pihak kepolisian menyebut dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman.

Advertisement

"Ini masih didalami karena saksi masih terbatas. Info awalnya seperti itu," ujarnya.

Ketika ditanya mengenai perkembangan penangkapan, Budi menegaskan bahwa hingga kini belum ada pelaku yang diamankan.

"Masih dilidik oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan. Kami mohon waktu, ya," ucapnya.

Penyidik masih berupaya mencari saksi lain yang dapat membantu mengungkap rangkaian pengeroyokan serta tindakan pembakaran yang terjadi setelahnya. Dua korban yang meninggal masing-masing berinisial NAT dan MET.

Sebelumnya, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Lilipaly, menjelaskan bahwa bentrokan di depan TMP Kalibata pada Kamis malam, 11 Desember 2025, merupakan buntut dari pengeroyokan yang terjadi sebelumnya.

Menurutnya, sejumlah orang tidak dikenal datang ke lokasi dan melakukan aksi kekerasan, termasuk pembakaran dan perusakan warung sekitar TKP.

"Ya dari berawal ada dua orang yang dileroyok oleh sekelompok orang, sehingga satu menyebabkan satu meninggal dunia dan satu luka berat. Sekarang dirawat di rumah sakit, di budi asih," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah aksi pengeroyokan, sekelompok massa mendatangi TKP dan melakukan perusakan.

"Tiba-tiba kelompok, mungkin dari kelompok mereka yang datang menyerang, membabi buta, merusak warung yang ada di sini," ungkapnya.

Advertisement

Nicolas memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat aksi balasan tersebut, namun sejumlah fasilitas warga mengalami kerusakan, termasuk beberapa warung dan motor ojek yang dibakar.

"Bukan. Bukan. Jadi, ini semuanya kan masih dalam lidik ya. Itu kan ada dua orang yang dikeroyok, yang dipukul, yang dianiaya. Berawal dari informasinya, ada sepeda motor yang diambil, kan seperti itu," jelasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID