Namun, operasi tersebut telah memicu kontroversi internasional. AS dilaporkan melakukan serangan terhadap sejumlah kapal yang dituduh terlibat dalam penyelundupan narkoba, dengan laporan menyebutkan sekitar 90 orang tewas akibat operasi tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai eskalasi signifikan, mengingat kawasan Karibia selama ini merupakan wilayah sensitif dengan kepentingan geopolitik tinggi.
Tekanan Washington terhadap Maduro
Di sisi politik, pemerintahan Presiden Donald Trump terus meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Washington secara terbuka menuduh Maduro sebagai pemimpin “Cartel of the Suns”, kelompok yang baru-baru ini ditetapkan AS sebagai organisasi teroris.
Pemerintah AS menilai jaringan tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba skala besar yang mengancam keamanan regional. Tuduhan ini menjadi dasar legitimasi bagi peningkatan kehadiran militer AS di sekitar Venezuela.
Beberapa analis bahkan menilai kemungkinan invasi darat AS ke Venezuela kini tak bisa sepenuhnya dikesampingkan, seiring pengerahan kekuatan udara dan laut yang semakin intens.
Respons Keras dari Venezuela
Menanggapi langkah AS, Presiden Nicolas Maduro menegaskan bahwa Washington memiliki agenda tersembunyi untuk menggulingkan pemerintahannya. Maduro menuding AS ingin menguasai cadangan minyak Venezuela yang merupakan salah satu terbesar di dunia.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, angkatan bersenjata Venezuela melantik sekitar 5.600 tentara baru pekan lalu. Maduro juga menyerukan peningkatan perekrutan militer dan memperkuat pertahanan nasional di tengah ancaman eksternal yang semakin nyata.
Klaim Penyitaan Kapal Tanker
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat mengklaim telah menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela pada Rabu (10/12/2025). Klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela, namun dinilai dapat memperburuk hubungan kedua negara.
Penyitaan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa konflik AS-Venezuela tidak lagi sebatas retorika diplomatik, melainkan telah memasuki fase konfrontasi langsung di lapangan.
Ancaman Konflik Terbuka
Dengan pengerahan jet tempur, drone pengawasan, pembom strategis, hingga armada laut, ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kini berada pada level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Meski kedua pihak belum secara resmi menyatakan perang, situasi di kawasan Karibia dinilai sangat rawan terhadap salah langkah yang dapat memicu konflik terbuka.