Megapolitan . 14/12/2025, 19:21 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Suasana kuliner malam yang biasanya ramai di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, kini berubah menjadi kesunyian yang mencekam. Tiga hari sudah berlalu sejak insiden pembakaran brutal yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal (OTK) pada Kamis malam, 11 Desember 2025. Namun, hingga Minggu (14/12/2025), puluhan pedagang masih belum bisa kembali beraktivitas. Setidaknya 37 lebih pedagang kuliner terdampak parah, mulai dari kios permanen hingga tenda sederhana, semuanya luluh lantak akibat kekerasan tersebut.
Biasanya, menjelang sore, para pedagang sudah sibuk mempersiapkan warung mereka untuk menyambut pelanggan, mengingat jam dagang utama di lokasi ini dimulai sejak sore hingga malam hari. Sayangnya, pemandangan itu hilang. Hanya terlihat beberapa anggota paguyuban pedagang setempat yang bekerja keras membersihkan puing-puing sisa kebakaran. Keributan yang dipicu tewasnya seorang debt collector telah membawa dampak ekonomi yang sangat serius bagi pedagang kecil di kawasan tersebut.
Heny Maria, salah satu pedagang steak tendaan di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini ia dan pedagang lainnya masih terfokus penuh pada proses renovasi tempat mereka berdagang. Kerusakan yang dialami cukup parah, sehingga membutuhkan waktu dan modal yang tidak sedikit untuk kembali beroperasi.
"Renovasi kita baru dapat beberapa bantuan yang sedang progres. Jadi mungkin buruh waktu beberapa waktu ke depan tergantung kesiapan para pedagang disni semua," kata Heny. Pernyataan ini menunjukkan bahwa langkah awal untuk bangkit sudah dimulai, tetapi prosesnya masih panjang dan bergantung pada kesiapan finansial serta fisik para pedagang.
Heny dan pedagang lainnya belum bisa memastikan kapan mereka akan kembali berdagang. Waktu yang dibutuhkan untuk renovasi tempat berdagang mereka berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakan yang dialami. "Tergantung kesiapanya berbeda beda renovasinya ada yang butuh 10 hari, seminggu atau 2 minggu, beda beda," ujarnya, mengindikasikan bahwa sebagian besar tempat kuliner ini akan tetap tutup setidaknya hingga akhir Desember, mengancam pendapatan mereka menjelang libur Nataru yang seharusnya menjadi masa panen.
Meskipun proses pemulihan masih panjang, Heny Maria menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan awal yang sudah mereka terima. Pedagang terdampak telah mendapatkan bantuan dari Polda Metro Jaya. Selain itu, beberapa pihak dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga merespons dengan cepat dan memberikan dukungan. Bantuan ini disalurkan melalui mekanisme pengurus Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) setempat, yang kemudian akan didistribusikan kepada para korban kebakaran.
"Sementara kita dapat dari Kapolda. Ada juga dari beberapa dari UMKM yang sudah merespon dengan baik dan juga beberapa UMKM yang juga sudah mensuport," ucap Heny. Dukungan ini menjadi nafas lega bagi pedagang yang kehilangan tempat usaha dan sumber penghidupan mereka dalam sekejap. Meskipun demikian, kebutuhan mereka masih sangat besar, mengingat puluhan kios hancur total.
Tragedi ini bermula dari bentrokan yang terjadi di depan TMP Kalibata pada Kamis malam, 11 Desember 2025. Diduga, keributan ini muncul menyusul tewasnya seorang debt collector atau matel. Tidak lama setelah insiden awal tersebut, sejumlah OTK mendatangi kawasan kuliner itu dan melakukan tindakan kekerasan yang mengerikan. Mereka membakar dan merusak warung-warung di lokasi kejadian.
Sejumlah warung di seberang TMP Kalibata dibakar habis oleh massa. Tidak hanya warung, sejumlah kendaraan, termasuk sepeda motor, juga terlihat hangus terbakar. Aksi kekerasan massal ini benar-benar melumpuhkan kawasan tersebut dan meninggalkan kerugian material yang fantastis bagi pedagang yang tidak terlibat dalam konflik awal. Kini, Heny dan pedagang lainnya hanya bisa berharap agar bantuan lain segera datang, sehingga mereka bisa mempercepat proses renovasi dan kembali berdagang. "Kami lebih ke keadaan sekarang aja supaya bisa berdagang aja sih," tutup Heny, merangkum harapan sederhana para pedagang kecil yang ingin kembali mencari nafkah. - Fajar Ilman/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media