Gebrakan Global BUMN! InJourney Bakal Kelola Hotel Mewah Indonesia di Mekkah Senilai US$500 Juta

news.fin.co.id - 17/12/2025, 21:57 WIB

Gebrakan Global BUMN! InJourney Bakal Kelola Hotel Mewah Indonesia di Mekkah Senilai US$500 Juta

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani - Anisha Aprilia -

fin.co.id - Pemerintah Indonesia baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah investasi luar negeri. Tidak main-main, Indonesia resmi mengakuisisi properti prestisius di tanah suci Mekkah, Arab Saudi. Proyek ambisius bertajuk Kampung Haji Indonesia ini bukan sekadar rencana, melainkan langkah nyata pemerintah untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah haji dan umrah asal tanah air.

Kabar panas ini datang langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. Ia menegaskan bahwa operasional aset raksasa ini akan berada di bawah komando Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aviasi dan pariwisata. InJourney, melalui anak usahanya InJourney Hospitality, mengemban tugas besar untuk mengelola properti bernilai fantastis ini agar memiliki standar pelayanan kelas dunia.

“Ya, nanti kita ada InJourney, kemudian InJourney Hospitality yang akan mengoperasikan hotel ini bersama-sama,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 17 Desember 2025. Langkah ini tentu menjadi sinyal kuat bahwa BUMN kita siap bersaing di pasar global, khususnya di jantung pusat peribadatan umat Islam dunia.

Akuisisi Raksasa: 3 Tower dan Ribuan Kamar Menanti Jemaah

Advertisement

Nilai investasi yang dikucurkan pemerintah sangat fantastis, yakni menembus angka lebih dari 500 juta dolar Amerika Serikat atau setara triliunan rupiah. Dengan harga tersebut, Indonesia resmi mengamankan sebuah hotel megah yang terdiri dari tiga tower dengan ketinggian masing-masing 28 lantai. Properti ini berlokasi strategis di kawasan Taher, Mekkah.

Bagi Anda yang bertanya-tanya soal kapasitasnya, hotel ini memiliki 1.461 kamar yang sudah siap pakai. Menariknya, fasilitas ini mampu menampung hingga 4.383 jemaah haji Indonesia sekaligus. Pemerintah sudah mengunci kesepakatan ini melalui penandatanganan Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli bersyarat, sehingga status kepemilikannya semakin jelas.

“Hotel yang kita beli itu adalah tiga tower dengan tinggi 28 tingkat. Kali tiga,” imbuh Rosan dengan nada optimis. Jaraknya pun tergolong sangat ideal bagi para jemaah, yakni hanya sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Lokasi ini tentu menjadi solusi jitu untuk memangkas kelelahan fisik jemaah saat menjalankan rangkaian ibadah.

Ekspansi Gila-gilaan: Bangun 13 Tower Tambahan dan Mal Megah

Ternyata, tiga tower tersebut hanyalah permulaan. Pemerintah memiliki visi yang jauh lebih besar untuk kawasan seluas lima hektare ini. Di atas lahan yang telah diakuisisi, InJourney dan mitra strategis lainnya berencana membangun 13 tower tambahan beserta satu pusat perbelanjaan atau mal yang akan memenuhi kebutuhan harian jemaah.

Rosan menyebutkan bahwa angka untuk pengembangan lanjutan ini masih bersifat tentatif, namun diperkirakan akan menelan biaya tambahan sekitar 700 hingga 800 juta dolar AS. Jika rencana ini rampung, total kapasitas penginapan milik Indonesia akan melonjak drastis menjadi 6.025 kamar. Ini adalah proyek infrastruktur haji terbesar yang pernah dimiliki Indonesia di luar negeri.

“Dengan kita membangun 13 tower itu, total kamarnya bisa menjadi 6.025 kamar,” papar Rosan. Bayangkan, ribuan jemaah kita nantinya akan merasa seperti berada di rumah sendiri meski sedang berada di negeri orang karena manajemen dan suasana yang dikelola langsung oleh tangan-tangan profesional dari BUMN InJourney.

Jembatan Al-Hujun: Akses VVIP Menuju Masjidil Haram

Masalah mobilitas jemaah juga tidak luput dari perhatian pemerintah. Selain menyediakan hunian, pemerintah tengah membangun Jembatan Al-Hujun atau Al-Hujun Tunnel yang berfungsi sebagai akses khusus menuju Masjidil Haram. Proyek infrastruktur ini ditargetkan tuntas pada tahun 2026 mendatang.

Advertisement

Kehadiran terowongan atau jembatan ini akan menjadi nilai tambah yang luar biasa bagi Kampung Haji Indonesia. Jemaah tidak perlu lagi khawatir terjebak kemacetan parah atau kesulitan transportasi saat waktu salat tiba. Semua fasilitas ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan jemaah haji sebagai prioritas nasional.

Optimisme Danantara dan Masa Depan Investasi Luar Negeri

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Saya adalah jurnalis yang menekuni bidang ekonomi, selama lebih dari 13 tahun. Saat ini, saya bertanggung jawab terhadap kanal ekonomi, teknologi, lifestyle dan automotif. Saya memegang sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan Level Madya. Saat ini saya sebagai Ketua Forum Sahabat Infrastruktur dan Forum Wartawan ESDM