fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Dari hasil pantauan, ia memperkirakan puncak arus mudik bakal terjadi besok, sementara arus balik menuju Jakarta diprediksi mencapai puncaknya pada 4 Januari 2026.
"Diperkirakan salah satu puncaknya itu besok. Tanggal 20 Desember akan terjadi lonjakan jumlah penumpang yang cukup tinggi, hampir 5.000 penumpang per hari atau meningkat hampir 100 persen," kata Pramono di Terminal Pulo Gebang.
Pemprov DKI Jakarta memastikan, seluruh aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang sudah dipersiapkan secara matang.
"Semua sopir yang berangkat dilakukan pengecekan secara menyeluruh, baik sopir utama maupun sopir cadangan, untuk menjaga keselamatan penumpang," jelasnya.
Pemeriksaan ini mencakup tes darah dan urine, untuk memastikan perjalanan aman bagi seluruh penumpang.
Selain kesehatan sopir, kelaikan armada bus juga menjadi prioritas. Pemeriksaan atau ramp check dilakukan secara rutin di terminal-terminal utama, sejak 19 November hingga 5 Januari 2026.
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo menambahkan, empat terminal utama telah dipersiapkan untuk melayani angkutan Nataru, menjamin perjalanan mudik dan balik tetap lancar.
"Untuk di Jakarta, ada empat terminal utama dalam rangka angkutan Natal dan tahun baru, yaitu Terminal Terpadu Pulo Gebang, kemudian Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok. Kemudian untuk mengantisipasi lonjakan, kami siapkan juga tiga terminal bantuan, yaitu Terminal Muara Angke, Terminal Grogol, dan Terminal Lebak Bulus," kata Syafrin Liputo.
Dengan langkah ini, Pemprov DKI ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat yang memilih menggunakan bus selama libur Nataru.